Cuaca Ekstrem, Pencarian Korban-Puing Sriwijaya Air Dihentikan Sementara

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 12:34 WIB
Deputi Bina Tenaga dan Potensi SAR Abdul Haris Achadi
Deputi Bina Tenaga dan Potensi SAR Abdul Haris Achadi (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu saat ini dihentikan sementara karena cuaca ekstrem. Deputi Bina Tenaga dan Potensi SAR Abdul Haris Achadi mengatakan, jika pencarian dilanjutkan, akan membahayakan nyawa penyelam.

"Untuk sementara ini berhenti dulu, sambil menunggu cuaca ekstrem. Sementara," kata Abdul Haris di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Rabu (13/1/2021).

Abdul mengatakan proses pencarian bisa saja kembali dilanjutkan hari ini. Tapi menunggu kondisi cuaca membaik supaya kapal bisa menuju ke lokasi dengan aman.

"Kita lihat dulu cuacanya. Kita lihat kapal saja seperti ini goyangannya," katanya.

Lebih lanjut, gelombang air laut saat ini juga terbilang cukup tinggi. Abdul menyebut gelombang mencapai 1,5-2,5 meter.

"Dan baru sampai mulut kolam, kami terpaksa balik kanan karena cuacanya, dapat informasi di lokasi, cuaca ekstrem, tinggi gelombang sampai 2,5 meter. Dan kami tadi keluar 1,5 meter tinggi gelombang," ujarnya.

Kendati begitu, beberapa kapal Basarnas tetap ada yang bersiaga di lokasi pencarian. Hanya, penyelaman tidak dilakukan karena dianggap membahayakan.

"Di lokasi masih tetap ada kapal Basarnas. Tadi saya juga melihat di kolam ada beberapa kapal yang masih tidak melanjutkan, tapi stand by di tempat," ucap Abdul.

"Untuk sementara (penyelam) off dulu. Kita lihat cuaca ini," lanjutnya.

(eva/eva)