Polisi Dalami Izin Kepemilikan Senpi Suami Penyanyi Nindy

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 11:04 WIB
Suami dari penyanyi Nindy, Parasady Harsono saat dihadirkan rilis narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa, (12/1/2021).
Suami dari penyanyi Nindy, Parasady Harsono (Palevi/detikcom)
Jakarta -

Polisi turut menemukan senjata api (senpi) saat menangkap suami artis Nindy Ayunda berinisial APH terkait penyalahgunaan narkoba. Polisi masih menyelidiki soal izin kepemilikan senpi dari APH.

"Masih didalami (soal izin kepemilikan senpi). Nanti bila sudah ada informasi kami sampaikan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/1/2021).

Saat APH ditangkap, turut ditemukan senpi jenis bareta kaliber 6,35 mm. Arsya mengatakan bakal menelusuri keberadaan senpi itu, termasuk keterkaitan dengan kasus narkoba.

"Masih didalami (terkait untuk apa senpinya). Mohon waktu, ya," ujar Arsya.

Arsya belum menjelaskan soal jenis senjata yang ditemukan, apakah pabrikan atau rakitan. Suami Nindy Ayunda saat ini masih diperiksa di Polres Metro Jakarta Barat.

Sebelumnya, polisi menangkap suami artis Nindy Ayunda berinisial APH terkait penyalahgunaan narkoba. Sejumlah barang bukti disita polisi.

"Kita temukan barang bukti berupa satu butir Happy Five atau H5. Selain itu, kita juga dapatkan satu plastik kecil berisi setengah butir jenis H5 juga," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo dalam keterangan tertulis, Selasa (12/1).

APH mengaku telah satu tahun terakhir mengkonsumsi narkotika. Dia mengkonsumsi narkoba untuk menghilangkan stres.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar menambahkan, selain barang bukti narkotika, pihaknya menemukan sebuah senjata api dan alat isap.

"Saat kita melakukan penggeledahan, ditemukan sebuah senpi jenis bareta kaliber 6,35 mm dan alat isap serta ditemukan juga peluru tajam sebanyak 50 butir," jelasnya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 62 tentang Psikotropika dengan ancaman 5 tahun dan atau denda Rp 100 juta.

(gbr/gbr)