Ledakan Pabrik Kimia Cilegon, Disnaker Sebut Manajemen Langgar Aturan

M Iqbal - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 18:30 WIB
Ledakan di pabrik kimia di Cilegon, Banten
Terjadi ledakan di pabrik kimia di Cilegon. Disnaker duga ada pelanggaran yang dilakukan manajemen pabrik (Iqbal/detikcom)
Cilegon - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Banten menyebut ada dugaan pelanggaran yang dilakukan manajemen PT Dover Chemicals terkait kasus ledakan yang terjadi pada akhir tahun lalu. Penyelidikan kasus itu menemukan adanya dugaan pelanggaran Permenaker Nomor 37 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bejana Tekanan dan Tangki Timbun.

"Indikasi ada pelanggaran aturan Permenaker Nomor 37 Tahun 2016 tentang Keselamatan Kesehatan Kerja. Di sini ada prasyarat yang ditetapkan oleh Permenaker dengan syarat-syarat K3, baik peralatan dan juga petugasnya untuk ujian tekanan dan tangki timbun ini," kata penyidik Tenaga Kerja Disnakertrans Banten, Rachmatullah, saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (12/1/2021).

Indikasi pelanggaran itu mengarah pada manajemen PT Dover Chemicals karena mengoperasikan plant resin yang menjadi lokasi ledakan. Selain itu, pekerja dipekerjakan di tempat berbahaya oleh manajemen.

"Jadi manajemen atau pengurus telah melakukan pelanggaran UU Ketenagakerjaan, yaitu mengoperasikan peralatan pada resin dan emulsion plant serta mempekerjakan pekerja pada tempat yang berbahaya dengan mengabaikan prasyarat keselamatan kerja," ujarnya.

Penyidik masih memanggil pihak manajemen untuk dimintai keterangan. Ada empat orang yang dipanggil penyidik dalam perkara ledakan tersebut.

"Tetap dilakukan upaya penindakan sampai terpenuhinya bukti-bukti kenapa terjadinya ledakan itu. Hari ini kita melakukan pemanggilan empat orang. Ada foreman senior, HSE, ahli kimia, ada orang safety juga," kata dia.

Jika penyidikan rampung, sanksi atas pelanggaran tersebut tertuang dalam Pasal 15 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja kurungan selama lamanya 4 bulan denda Rp 100 ribu.

Ledakan tersebut terjadi pada Selasa (22/12/2020). Akibat ledakan tersebut, dua orang karyawan terluka. Pabrik lalu menghentikan sementara operasi satu unit area produksi setelah terjadi ledakan. (jbr/jbr)