Kasus Bogem, Ade Nasution Minta TPM Dampingi Dirinya

Kasus Bogem, Ade Nasution Minta TPM Dampingi Dirinya

- detikNews
Senin, 06 Feb 2006 09:07 WIB
Jakarta - Anggota komisi I DPR Ade Daud Nasution, yang terkena bogem dari orang yang tidak dikenalnya, akan meminta Tim Pengacara Muslim (TPM) untuk mendampinginya. Saat ini Ade sedang menunggu pangilan dari polisi untuk dimintai keterangan lanjutan mengenai kejadian itu."Kalau DPR tidak menyediakan pegacara saya akan memakai tim pengacara muslim. Ini karena saya berasal dari partai Islam," kata Ade saat dihubungi detikcom, Senin (6/2/2006).Ade juga meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki dalang penyerangan yang menimpa dirinya itu. "Kalau orang yang saya kenal lalu memukul saya mungkin masalah pribadi. Tapi kalau orang yang tidak dikenal mukul saya pasti ada yang nyuruh," ujarnya.Seperti diketahui, pada Kamis (2/2/2006) lalu, Ade terkena pukulan dari pria berambut cepak bernama Edi Sanjaya. Pemukulan itu terjadi usai pembacaan keputusan rapat internal Komisi I yang mendukung calon Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto. Akibat aksi pemukulan itu, pelipis kanan Ade mengalami luka lumayan serius.Setelah pemukulan itu Ade melaporkan kasus itu ke Satuan Keamanan Negara di Gedung Reskrimum, Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta. Kepada petugas, Ade menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya sekitar 45 menit. Di Mapolda, Ade sengaja masih mengenakan jas abu-abunya yang masih berlumuran darah.Usai melapor, kepada wartawan, Ade mengatakan, aksi pemukulan itu merupakan pelecehan terhadap legislator dan tindakan premanisme. Ia menduga pemukulan itu disebabkan sikap kritisnya mengenai monopoli yang terjadi di tubuh TNI."Seperti pameo yang saya bilang mengenai KSAL, KSAD, KSAU dan Kasan. Kasan adalah orang yang berpuluh-puluh tahun memonopoli suplai makanan di TNI AD. Tapi mungkin saja pemukulan itu pesanan dari orang lain yang mempunyai kepentingan politik," kata Edi sambil mengatakan tidak kenal dengan pemukulnya. (ary/)


Berita Terkait