Jelang Pembacaan Tuntutan, Pinangki Diam dan Tertunduk

Zunita Putri - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 16:48 WIB
Jelang sidang pembacaan tuntutan Pinangki hanya diam sambil menunduk.
Menjelang sidang pembacaan tuntutan, Pinangki hanya diam sambil menunduk. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Pinangki Sirna Malasari menghadapi sidang pembacaan tuntutan dari jaksa Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini. Menjelang dimulainya sidang, Pinangki terus menunduk.

Pantauan detikcom di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2021), Pinangki terlihat memakai baju warna hitam-hitam, gamis, dan jilbab syari berwarna hitam. Pinangki sejak duduk menunggu ruang sidang hanya menunduk dan diam.

Dia juga tidak banyak bicara. Ketika awak media mendekati dan mengajukan sejumlah pertanyaan, dia enggan menjawab dan hanya menggerakkan tangan menunjuk ke arah tim kuasa hukumnya. Pinangki enggan memberi jawaban terkait kesiapannya.

Hingga majelis hakim membuka sidang, Pinangki juga tertunduk. Ketika dipersilakan masuk untuk duduk di kursi terdakwa, Pinangki mengaku sehat.

"Alhamdulillah sehat Yang Mulia," kata Pinangki menjawab pertanyaan hakim ketua IG Eko Purwanto.

Pinangki Sirna Malasari dalam sidang ini didakwa menerima suap berkaitan upaya hukum fatwa MA Djoko Tjandra yang saat itu menjadi buron hak tagih (cessie) Bank Bali. Dia disebut jaksa menguasai USD 450 ribu yang diduga berasal dari Djoko Tjandra.

Diketahui sebelum terjerat kasus, Pinangki tercatat sebagai jaksa. Dia pernah bertugas di Kejaksaan Negeri Cibinong, dan jabatan terakhir dia adalah Kasubag Pemantauan Evaluasi di Pembinaan Kejagung.

Kembali ke dakwaan, jaksa menyatakan pada 2019-2020, Pinangki yang saat itu masih berdinas sebagai jaksa, menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari kasus korupsi itu dengan cara menukarkan uang USD 337.600 di money changer atau senilai Rp 4,7 miliar.

Pinangki menyamarkan asal-usul uang korupsi dengan membeli sejumlah kendaraan sekaligus melakukan operasi kecantikan. Salah satu kendaraan yang dibeli adalah BMW X-5 seharga Rp 1,7 miliar.

(zap/zak)