Komisi V Desak Tim SAR Gabungan Segera Angkat Black Box Sriwijaya Air SJ182

Tiffany Theresia - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 16:40 WIB
Sejumlah anggota Komisi V DPR datangi JICT, Jakarta. Mereka datang untuk tinjau proses evakuasi Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
Rombongan Komisi V DPR mengecek posko crisis center Sriwijaya Air SJ182. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Komisi V DPR RI meminta tim SAR gabungan dapat mempercepat pengangkatan kotak hitam (black box) pesawat Sriwijaya Air SJ182. Komisi V menuturkan pemeriksaan terhadap black box dapat membuat terang penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

"Yang pertama, berkaitan dengan sudah ditemukan titik lokasinya (black box) ya saya kira itu dipercepat supaya proses untuk mengamankan black box cepat terlaksana," kata Wakil Ketua Komisi V Syarief Abdullah Alkadrie saat dihubungi, Senin (11/1/2021).

"Tapi kan ini belum diangkat, masih titik koordinatnya yang ketahuan ya, yang di lokasinya," imbuhnya.

Syarief berharap nantinya penemuan dan pengangkatan black box SJ182 dapat memperjelas peristiwa di balik jatuhnya pesawat tersebut. Syarief menekankan lagi agar proses evakuasi black box disegerakan.

"Dan kita harapkan dengan didapatkannya black box itu, kita sudah bisa nanti bagaimana sebenarnya prosesnya pesawat itu bisa sampai terjadi kecelakaan. Saya kira ini sangat penting black box itu, saya berharap itu cepat diangkatlah," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan perkembangan upaya evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Black box Sriwijaya Air SJ182 ini sudah diberi tanda.

"Teman-teman dari TNI dan Basarnas, termasuk stakeholders TNI dan Polri juga, saat ini terus berupaya untuk mendapatkan black box yang posisinya juga diduga kuat adalah posisi black box yang kita cari," kata Marsekal Hadi dalam konferensi pers di JICT 2, Jakarta, Minggu (10/1).

"Terbukti dua sinyal yang dikeluarkan oleh black box tersebut terus bisa dipantau dan sekarang sudah kita beri marking," imbuh Panglima TNI.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono juga mengatakan sudah mengetahui posisi kotak hitam atau black box pesawat Sriwijaya Air SJ182. KNKT saat ini berfokus pada pencarian dan pengangkatan benda tersebut.

"Kita sekarang sudah mengetahui posisi dari kedua black box tadi dan KNKT turunkan 3 alat pinger finder dan sudah berada di KRI Rigel dan segera akan dilaksanakan pencarian oleh para penyelam dengan menggunakan portable pinger finder," kata Soerjanto di JICT 2, Jakarta, Minggu (10/1).

(aud/aud)