Profil Pasukan Elite TNI yang Temukan Puing-Bagian Tubuh Korban Sriwijaya Air

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 08:45 WIB
Denjaka Temukan Benda Mirip Roda-Nomor Tempat Duduk Sriwijaya Air SJ182
Denjaka saat melakukan pencarian pesawat Sriwijaya Air. (Dok. Tim SAR Gabungan)
Jakarta -

Sejumlah pasukan elite TNI Angkatan Laut (AL) terlibat dalam evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Pasukan elite tersebut dari Denjaka hingga Taifib.

Pasukan-pasukan elite yang dikerahkan itu juga berkontribusi dalam sejumlah temuan saat pencarian pesawat Sriwijaya Air bersama tim evakuasi lainnya kemarin, Minggu (10/1/2021). Temuan tersebut dari serpihan pesawat hingga bagian tubuh korban.

Detasemen Jalamangkara (Denjaka), misalnya. Pasukan khusus TNI Angkatan Laut itu ikut menyelam ke dasar laut mencari pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Dalam pencariannya, Denjaka pun menemukan serpihan diduga pesawat Sriwijaya Air SJ182 di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Temuan itu berupa benda diduga mirip roda pesawat hingga nomor tempat duduk.

Kemudian, Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut. Tim penyelam dari Kopaska menemukan bagian tubuh diduga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Kepulauan Seribu. Selain itu, mereka menemukan puing-puing pesawat.

Selanjutnya, ada pasukan elite Korps Marinir, Batalion Intai Amfibi (Taifib). Sebanyak 14 personel Taifib yang dikerahkan berhasil menemukan kepingan-kepingan pesawat Sriwijaya Air SJ182. Kepingan-kepingan itu terdiri atas bodi pesawat dan roda.

Lantas, apa sih tugas-tugas dari Denjaka, Kopaska, dan Taifib?

1. Denjaka

Denjaka merupakan pasukan khusus yang dibentuk oleh TNI Angkatan Laut (AL). Denjaka merupakan detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut.

Dilansir dari berbagai sumber, sebelumnya, pasukan khusus TNI AL ini bernama Pasukan Khusus Angkatan Laut (Pasusla). Pasusla dibentuk berdasarkan Surat Keputusan KASAL No.Skep/2848/XI/1982 pada 4 November 1982 tentang pembentukan Pasukan Khusus TNI Angkatan Laut (Pasusla).

Pada 1984, Pasusla kemudian berganti nama menjadi Denjaka. Perubahan itu berdasarkan Surat KASAL Nomor: R/547/X/1984 pada tanggal 13 Oktober 1984 tentang pembentukan Detasemen Jalamangkara (Denjaka), dan berdasarkan Instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 pada 13 November 1984.

Para personel Denjaka berasal dari personel terbaik yang sebelumnya tergabung dalam pasukan khusus TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan Intai Amfibi Marinir (Taifib). Mereka merupakan personel mumpuni yang dibina untuk memiliki kemampuan khusus dalam hal operasi antiteror, antisabotase, dan operasi klandestin yang beraspek laut ataupun operasi-operasi khusus lainnya.

Tak main-main, Denjaka juga menorehkan prestasi gemilangnya, dari penumpasan pemberontakan di dalam negeri, operasi pembebasan sandera di mancanegara, hingga penumpasan aksi ekstremis. Denjaka saat ini dikomandoi oleh Kolonel (Mar) Nanang Saefulloh.

Denjaka memiliki semboyan 'Satya Wira Dharma'. Pasukan ini menggunakan Seragam warna hitam dan memakai baret ungu.

Tonton video 'Basarnas Kumpulkan 16 Potongan Besar Badan Pesawat Sriwijaya Air SJ182':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.