Seruan Boikot Denmark dari Belanda
Senin, 06 Feb 2006 00:00 WIB
Den Haag - Mahasiswa Islam di Belanda menyerukan agar umat Islam Indonesia memboikot semua produk Denmark, dari mulai keju, mainan anak-anak, hingga kue kering tertentu.Seruan itu dikemukakan di sela-sela acara pernikahan di sebuah masjid di Den Haag hari ini (5/2/2006). Daftar produk Denmark itu nantinya akan disebarluaskan ke milis-milis dan diharapkan agar ormas Islam di seluruh Indonesia meresponnya dengan memanfaatkan infrastruktur mereka."Ini adalah kebebasan sikap dan berpendapat juga. Boikot umat Islam Indonesia akan cukup signifikan untuk mempengaruhi penjualan produk Denmark dan memberi sinyal jelas ke Kopenhagen. Kita terbiasa berpuasa, mestinya juga bisa puasa dari produk Denmark demi membela Rasulullah," kata seorang inisiator yang keberatan dipublikasikan identitasnya.Sementara itu para tukang antar koran di Belanda yang beragama Islam melakukan unjuk pembelaan kepada nabi mereka dengan caranya sendiri. Mereka antara lain menolak mengantarkan koran Volkskrant, yang di dalamnya memuat karikatur made in Denmark yang dinilai melecehkan tersebut. Akibatnya, para pelanggan tidak bisa membaca koran edisi Sabtu kemarin.Dari Iran, kantor berita ISNA melaporkan bahwa Iran akan mengambil langkah-langkah ekonomi terhadap negara-negara di mana medianya mempublikasikan karikatur yang melecehkan itu. Iran antara lain akan meninjau ulang kontrak-kontrak ekonomi dan membatalkannya, terutama dengan negara-negara yang memulai tindakan tidak patut itu serta negara-negara yang mengikutinya.Menyikapi perkembangan, Vatikan mengeluarkan seruan agar manusia saling respek satu sama lain. Menurut Vatikan, kebebasan mengeluarkan pendapat adalah bukan cek kosong untuk melecehkan atau menghina agama. Adapun Koordinator Luarnegeri Uni Eropa (UE) Janvier Solana menyatakan bahwa kebebasan berpendapat mestinya seimbang dengan toleransi dan saling menghormati satu sama lain.
(es/)











































