Kalla: Tidak Ada Logika Pusat Khianati Aceh
Minggu, 05 Feb 2006 19:17 WIB
Banda Aceh - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pemerintah pusat tetap mendorong dan berupaya menjaga proses damai di Aceh. Hal ini menjawab beberapa kecaman dari berbagai unsur ketika RUU PA diajukan ke DPR."Kalau tidak, saya tidak kemana-mana membicarakan perdamaian. Pokoknya, jangan ada di benak kita, pihak tidak ikhlas, mengkhianati. Masak upaya yang begitu keras, dikhianati sendiri, tidak ada logika, pusat mengkhianati apa yang diibikinnya," kata Kalla pada wartawan di pendopo Gubernur NAD, Minggu (5/2/2006).Wapres mengakui, dalam RUU PA ada semacam reduksi. Yakni pada pasal 7 tentang kewenangan beberapa hal. Tetapi, lanjut Kalla, pasal itu bukan direduksi. Melainkan, kewenangan secara detail dibicarakan dalam pasal demi pasal. "Karena kewenangan itu sudah ada di pasal-pasal lain. Hanya, mungkin harus berhati-hati, mana tahu pusat masih harus bantu. Seperti saat ini, reintegrasi, kalau sesuai undang-undang itu, Depsos tidak perlu katakanlah tidak perlu berbuat apa-apa, tapi katakanlah dibutuhkan suatu hubungan kerjasma membantu, maka Depsos membantu bagaimana agar daerah cepat melaksanakan. Tapi kewenangannya itu, pasal demi pasal itu ada," papar Kalla.Dalam satu pekan terakhir ini, persoalan RUU PA yang sedang digodok di DPR menjadi perdebatan kalangan di Aceh. Pasalnya, ada beberapa point yang dianggap substansi dan krusial tetapi dihilangkan dalam versi RUUPA pemerintah.Dalam kunjungannya hari ini, Jusuf Kalla didampingi beberapa menteri Kabinet Bersatu mengunjungi perumahan yang dibangun International Organization for Migration (IOM) di kawasan Kahju, Aceh Besar dan kawasan Punge Jurong, Kecamatan Meuraksa, Banda Aceh.
(ary/)











































