Faisal Basri Lagi-lagi Bicara Keras Soal Dirjen Pajak

Faisal Basri Lagi-lagi Bicara Keras Soal Dirjen Pajak

- detikNews
Minggu, 05 Feb 2006 17:17 WIB
Jakarta - Perekonomian Indonesia ini ibarat anatomi tubuh. Bila aliran darah lancar maka tubuh pun sehat. Direktorat Jenderal (ditjen) Pajak sebagai anatomi penting sehatnya perekonomian justru terindikasi rawan korupsi."Jika aliran dananya sehat tidak ada virus maka perekonomian juga sehat. Tapi sekarang aliran darah tersebut tidak lancar, terjadi kebocoran di mana-mana termasuk di pajak sebagai salah satu sumber dana di negara," tegas ekonom Faisal Basri di sela-sela seminar Membangun Peradaban Indonesia di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (5/2/2006). Bukan kali ini saja Faisal menuding masalah pajak sebagai sarang korupsi.Menurutnya, pusat penyembuhan terletak pada bagaimana melancarkan aliran dana itu supaya tidak ada kebocoran dana. Dan solusi ini, ditambahkan Basri, merupakan tanggung jawab dari Dirjen Pajak Hadi Purnomo."Dirjen Pajaknya saja masih sama. Bea cukai juga sama saja. Kurang korupsi apa dia? Tidak ada yang namanya perubahan sistem perpajakan di Indonesia," cetus dia. Untuk mengatasinya, Basri menilai dengan sebuah penataan sistem, modernisasi, regorganisasi pajak, dan penggunaan sistem baru yang check and balance. Namun, menurutnya, sampai sekarang belum ada satu pun solusi tawaran dia yang telah dilakukan pemerintah."Apa yang dilakukan pemerintah? Bongkar L/C fiktif saja cuma berapa miliar itu," tegurnya ketus. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads