Akibat Dirusak, Ahmadiyah Mataram Ancam Minta Suaka Politik
Minggu, 05 Feb 2006 16:01 WIB
Jakarta - Belum usai masalah kepergian 43 warga Papua yang meminta suaka politik ke Australia, kini kasus serupa kembali muncul. Sejumlah warga penganut Ahmadiyah di Mataram, NTB mengancam akan meminta suaka politik ke Australia dan Kanada.Menurut kabar yang beredar di beberapa media massa pun menyebut, 2 negara telah itu merespons positif dari permintaan suaka politik penganut Ahmadiyah Mataram ini. Permintaan ini, menyusul aksi pengrusakan terhadap kantor Ahmadiyah, Sabtu (4/2/2006) sore oleh warga yang tidak setuju dengan keberadaan aliran ini."Kita dengar mereka memang minta suaka. Tapi kita belum tahu detilnya mengenai ancaman permintaan suaka ini," ujar juru bicara departemen luar negeri, Desra Percaya kepada wartawan seusai lokakarya media massa yang diadakan Departemen Luar Negeri di kawasan Puncak, Bogor, Minggu (5/2/2006). Desra menambahkan kasus penyerangan ini telah ditangani oleh kepolisian setempat. Mengenai permintaan suaka itu, tidak dapat dibenarkan. Sebab menurutnya, syarat dikabulkan permintaan suaka merujuk kasus negara dengan kelompok."Kalau konteks ini kan bukan negara dengan kelompok, tapi masyarakat dengan masyarakat. Ini tidak sesuai dengan konvensi Wina tentang pengungsi tahun 1951," imbuhnya.Ditegaskannya, untuk sementara ini tidak ada landasan memberikan suaka ataupun meminta suaka politik bagi warga Ahmadiyah ini. "Berarti untuk sekarang ini masih berada di domain kepolisian kita," tandasnya.
(wiq/)











































