Saya Tidak Yakin Mereka Yahudi
Minggu, 05 Feb 2006 15:40 WIB
Den Haag - Tindakan pelecehan terhadap keyakinan dan simbol Islam, kini mulai merembet ke soal Yahudi. Jika ini kebebasan, maka kami tak mau ketinggalan. Begitu argumennya.Kalau menyangkut pelecehan terhadap Islam, pers Barat selalu berkilah bahwa hal itu adalah manifestasi dari kebebasan berpendapat. Namun kalau menyangkut soal Yahudi dan Holocaust, tidak ada satupun yang berani menyentuh. Standar ganda ini dicermati Liga Arab Eropa (AEL). Menyusul 'dinamit yang diledakkan dari Denmark', AEL mulai berani menyentuh wilayah yang selama ini ditabukan dan ditakuti di Eropa: Yahudi dan Holocaust. Melalui websitesnya, AEL mengikuti cara yang dilakukan pers Barat untuk secara bebas mengungkapkan pendapatnya, yakni dengan memasang karikatur yang mempertanyakan fakta tentang Yahudi dan Holocaust. Selama ini, siapa yang berani mengkritisi soal ini di Barat selalu dicap antisemit dan berakhir di penjara.AEL hendak menguji seberapa konsisten Barat terhadap prinsip kebebasan mengungkapkan pendapat, dengan menyentuh hal yang selama ini ditabukan itu.Kampanye karikatur AEL itu dimulai Sabtu kemarin (4/2/2005). Diilustrasikan, seorang berjas hitam sedang mengumpulkan tulang-belulang manusia di bawah papan bertuliskan "Auswitsch". Sementara satunya lagi mengontrol catatan. Berikut ini dialognya:+ I Don't Think They're Jews (Saya tidak yakin mereka Yahudi)- We have to get to the 6.000.000 somehow! (Kita harus mendapatkan 6 juta, bagaimanapun caranya!)Dalam pernyataannya, AEL menyebutkan bahwa pihaknya memutuskan untuk 'terjun ke dunia karikatur' dan menggunakan haknya untuk mengungkapkan seni, mengikuti cara Eropa."Seperti koran Eropa mengklaim bahwa mereka hanya ingin mempertahankan kebebasan berbicara dan tidak bermaksud menstigmatisasi muslim, kami juga menekankan bahwa karikatur kami tidak dimaksudkan untuk menyerang siapapun dan tidak seharusnya dianggap sebagai pernyataan menyerang kelompok, komunitas atau fakta sejarah manapun,""Jika kini saatnya mendobrak tabu dan menerjang semua batas terlarang, maka kami tentunya tidak mau ketinggalan," demikian AEL.
(es/)











































