Ryamizard Dukung Djoko Soeyanto

Ryamizard Dukung Djoko Soeyanto

- detikNews
Minggu, 05 Feb 2006 14:41 WIB
Jakarta - Jenderal Ryamizard Ryacudu yang terlontar dari bursa Panglima TNI menyatakan mendukung Marsekal Djoko Soeyanto sebagai orang nomor satu di TNI. Inilah komentar Ryamizard kali pertama soal kursi panglima setelah dia terlempar dari bursa.Berikut ini petikan wawancara wartawan dengan Ryamizard di Hotel Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (5/2/2006).Bagaimana dengan Panglima TNI baru? Itu teman saya lho, saya mendukung. Polisi teman saya, AL itu satu angkatan, Wiranto teman saya, SBY juga.Masukan untuk Panglima TNI baru?Tak ada komentar. Kalau lagi salat ada kewajiban untuk menegur kalau salah. Artinya kalau benar, biarin saja jalan, gitu loh.Usulan Anda pada Panglima soal upaya pelemahan pada TNI? Saya itu nggak ada urusannya. Apa saja yang harus diperhatikan Panglima?Perhatikan TNI, bangsa, jangan mikirkan bangsa lain, bangsa lain itu kawan. Jadikan TNI tentara di negara sendiri. Jadikan bangsa ini bangsa di negara sendiri. Jangan sampai tentara kita bingung, ini tentara Indonesia atu bukan.Pak, Anda katanya nyalon Guberur DKI?Saya dari dulu tidak pingin itu. Saya dulu 1997 disuruh-suruh orang nyalon gubernur Palembang. Saya nggak mau. Berapa tahun itu, sudah 9 tahun saya nggak mau.Sementara itu dalam acara seminar Membangun Peradaban Bangsa di tempat yang sama, Ryamizard menyatakan, menurut skenario global, TNI akan dilemahkan. "Yang sudah terjadi di Amerika Latin. Ini bukan ramalan. Saya berdasarkan buku-buku," kata jenderal bintang empat ini menjawab pertanyaan seorang penanya."Kalau ingin melumpuhkan negara, dilumpuhkan ddulu alat pertahanannya. Sekarang sudah terjadi TNI dipisahkan dari rakyat. TNI sudah diobok-obok dan dilemahkan," demikian Ryamizard. Sedangkan Jenderal (Purn) Try Sutrisno yang hadir dalam seminar itu menyatakan, siapa pun Panglima TNI yang ditunjuk, dia harus menjunjung tinggi jati diri bangsa dan Sapta Marga TNI. "Siapa pun panglimanya, itu Panglima TNI dan panglima bangsa," tegas mantan wapres ini pada detikcom. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads