Anak Idiot Gara-gara SUTET

Anak Idiot Gara-gara SUTET

- detikNews
Minggu, 05 Feb 2006 14:00 WIB
Jakarta - Sekitar 10 anak cacat fisik dan mental yang diklaim sebagai korban radiasi SUTET, telah berkumpul di Posko SRI di bekas kantor PDI, Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Minggu (5/2/2006)."Anak saya idiot karena SUTET," kata Sarah, ibunda Bagus (4,5 tahun) yang mengalami gangguan mental.Selain Bagus, anak-anak cacat yang dibawa ke SRI adalah Iqbal (13 tahun), tunawicara. Nabilla (2 tahun), pertumbuhan lambat. Nandar (5 tahun) pertumbuhan lambat dan Tri Rahmadani (5 tahun) yang juga mengalami pertumbuhan lambat. Semuanya berasal dari Kampung Lulut, Kelapanunggal, Bogor.Anak malang lainnya adalah Zakia (6 bulan) yang mengalami bibir sumbing, Bagus (4,5 tahun) yang cacat mental dan pendengaran terganggu, Kevin (7 tahun) pertumbuan lambat dari Citeurep. Aditya Nugroho (9 tahun) benjolan tiroid. Rena (8 tahun) dan Mutiara Siska (3 tahun), pertumbuhan lambat. Mereka berasal dari Citeureup.Rospita (35), ibunda Tri Rahmadani, mengklaim anaknya tumbuh lambat karena radiasi SUTET. "Umur anak saya 5 tahun, tapi beratnya nggak naik-naik, masih 11 kg," katanya. Dia meminta pada pemerintah agar tanahnya yang dilewati SUTET diganti rugi dan direlokasi ke tempat yang layak.Mustar Bona Ventura yang mendampingi aksi protes SUTET itu menyatakan, kedatangan para anak cacat dan orangtuanya adalah untuk menentang tayangan iklan di televisi besutan PLN yang menyatakan SUTET aman."Warga korban SUTET nggak punya uang bikin iklan. Namun hal yang bisa kita lakukan adalah mendatangkan anak cacat karena secara fisik ada kelainan/cacat akibat SUTET. PLN tidak boleh tutup mata akbat SUTET yag menyerang anak-anak," kata Mustar.Mustar menyatakan, anak-anak itu cacat karena radiasi SUTET. "Mereka tinggal 10 meter dari menara SUTET dan sudah tinggal di situ lebih 5 tahun lalu," katanya.Warga sekitar mengaku sudah tinggal di desanya sejak tahun 1970-an. SUTET dibangun sekitar 1995. Sedangkan anak-anak yang cacat itu lahir di atas 1996. Sementara, saat ini masih ada 3 perempuan yang mogok makan memrotes SUTET dan minta ganti rugi. Mereka terbaring lemah. (nrl/)


Berita Terkait