Soal Kartun Nabi, RI Sayangkan Denmark Lamban

Soal Kartun Nabi, RI Sayangkan Denmark Lamban

- detikNews
Minggu, 05 Feb 2006 13:46 WIB
Jakarta - Menyoal kartun nabi di koran Denmark, pemerintah Indonesia menilai sikap Denmark mengatasi masalah ini lamban. Sangat disayangkan, padahal negara-negara OKI perwakilan Denmark telah melobi Perdana Menteri Denmark, Anders Fogh Rasmussen . "13 Oktober silam negara-negara OKI telah melakukan pendekatan, namun ditolak oleh PM Denmark dengan alasan pemuatan karikatur itu adalah kebebasan berpendapat. Padahal karikatur dimuat pada 30 Septeber," ujar Menlu Hassan Wirajuda saat lokakarya media massa yang diadakan Departemen Luar Negeri di kawasan Puncak, Bogor, Minggu (5/2/2006).Menurutnya, karena respons lamban Denmark yang tidak seimbang dengan respons negara Islam yang cepat, terjadilah protes besar oleh negara-negara Islam. "Respons negara-negara OKI ini kemudian diteruskan dalam KTT OKI di Makkah, 7-8 Desember 2005," imbuh Menlu. Dalam KTT itulah dihasilkan, OKI menentang segala bentuk pelecehan agama dan gejala Islam phobia yang berkembang di sebagian kawasan dunia. Kemudian, OKI pun mengeluarkan resolusi di majelis umum PBB pada 20 Januari 2006. "Dalam resolusi itu, tidak hanya kepada dunia Islam tapi juga pelecehan terhadap semua agama yang lain. Kita tidak ingin menunjukkan sikap egois," tandasnya. Indonesia sendiri berinisiatif melakukan Interfaith Dialog Coorporation di tingkat Asia Pasifik dan Eropa. Hal ini bertujuan agar tidak ada salah paham tentang Islam dan antar pemeluk beragama. Menlu menyayangkan sikap demonstran yang melakukan pembakaran bendera, namun ia memahami aksi tersebut atas dasar emosional dan sikap Denmark yang lamban mengatasi masalah ini. "Secara keseluruhan, reaksi di Indonesia relatif cukup matang," tambah Menlu. (wiq/)


Berita Terkait