Pidato Ryamizard Dipenuhi Tepuk Tangan dan Hahahahahaha

Pidato Ryamizard Dipenuhi Tepuk Tangan dan Hahahahahaha

- detikNews
Minggu, 05 Feb 2006 13:45 WIB
Jakarta - Jenderal Ryamizard Ryacudu tampil memukau saat menjadi pembicara seminar Membangun Peradaban Indonesia. Tepuk tangan tak berhenti terdengar. Tawa juga berulang kali pecah.Seminar itu berlangsung di Ballroom Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (5/2/2006). Acara ini dipenuhi orang top seperti Megawati dan suami, Gus Dur dan istri, Gus Solah, Jenderal (Purn) Wiranto, Try Sutrisno, anggota FKB dan FPDIP DPR, dll. Kegiatan ini disponsori oleh Nusantara Bangkit Bersatu.Ryamizard tampil sebagai pembicara dengan mengenakan kemeja batik lengan panjang. Dia bicara dengan gaya khasnya yang tegas dan berapi-api. Sentilan kocaknya mengiringi gayanya yang bersemangat. Apalagi pidatonya yang dilengkapi materi yang muncul di layar proyektor cukup lucu sehingga membuat hadirin terhibur.Dalam pemaparannya, Ryamizard meminta bangsa ini kembali pada semangat perjuangan dan Sumpah Pemuda yang menjadikan Indonesia merdeka. Karena kemerdekaan tidak diberikan secara cuma-cuma seperti Malaysia dan Singapura, tapi melalui perjuangan melalui 350 tahun."Kalau orang lapar kemudian dia melemah semangatnya, itu wajar. Tidak masalah. Kita bisa memahami. Tapi kalau orang diberi makan, mobil, jabatan, rumah, tapi semangatnya luntur, dia itu pengkhianat!" tegas Ryamizard disambut tepuk tangan hadirin."Indonesia jika diibaratkan meja, empat kakinya sudah rapuh dan tidak tegak lagi karena digerogoti tikus," imbuh Ryamizard sambil menampilkan gambar di layar sebuah meja merah putih yang kakinya bengkok-bengkok. Jenderal bintang empat ini menyerukan agar dalam mengurus bangsa ini tidak main-main. "Negara nggak boleh dibuat lucu-lucuan. Kalau sudah menyinggung masalah bangsa, ini prinsip, tidak boleh kita main-main," tandasnya.Ryamizard juga soal ancaman disintegrasi. "Ini bukan persoalan lepasnya Aceh dan Papua, tapi masalahnya akan diikuti oleh daerah-daerah lain seperti Kepri yang akan mengakibatkan pecahan banyak negara. Kalau lepas, bisa perang saudara kita. Negara Sumatera akan meminta orang luar Sumatera keluar. Ini nggak bisa kita biarkan," ujarnya.Ceramah Ryamizard diakhiri dengan ilustrasi wajah Ryamizard diiringi tepuk tangan yang berseliweran di layar proyektor. (nrl/)


Berita Terkait