Ketua MPR Ingin Sentul Jadi Sirkuit Ikon Otomotif RI

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 19:54 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Foto: dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo berharap agar keberadaan Sirkuit Internasional Sentul tidak hanya sekadar tempat balapan saja, melainkan menjadi ikon otomotif sekaligus monumen kebanggaan bangsa. Hal ini mengingat Sirkuit Sentul merupakan saksi dari lahir dan majunya olahraga otomotif di Indonesia.

"Di sini pernah diselenggarakan berbagai kejuaraan internasional bergengsi seperti Asian F3, A1 Grand Prix, GP2 Asia. Bahkan di tahun 1996-1997, pernah menjadi tuan rumah MotoGP. Pada tahun 1997, misalnya, Valentino Rossi yang bergabung dengan tim Aprilia ikut meramaikan balapan dengan turun di kelas 125 cc dan menjadi juara. Sementara kelas 250 cc dimenangkan Max Biagi dari Honda, dan di kelas bergengsi 500 cc dimenangkan Tadayuki Okada," ujar Bambang Soesatyo dalam keterangannya, Sabtu (9/1/2021).

Mengingat hal tersebut, Bamsoet tidak ingin kejayaan Sirkuit Sentul semakin pudar ditelan zaman. Oleh karenanya, ia mendorong agar setelah Sirkuit Mandalika di Lombok, Sirkuit Sentul bisa menjadi lokasi perhelatan ajang balap bergengsi kelas dunia, MotoGP dan F1.

"Sebelum mengejar MotoGP maupun F1, IMI mendukung manajemen Sirkuit Sentul terlebih dahulu menyelenggarakan event internasional berskala Asia, seperti TCR Asia International Series, Asia Road Racing Championship, Blanchpain GT World Challenge Asia, hingga Supercars Championship," tandas Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet menilai masyarakat Indonesia sudah sangat merindukan kehadiran event olahraga balap berskala internasional. Menurutnya, para promotor dunia tak akan berpikir panjang menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah, selama keberadaan sirkuitnya memadai.

"Potensi market penonton di Indonesia sangat besar. Sebagai gambaran, saat menjadi tuan rumah A1 GP Championship pada tahun 2006, penonton tumpah ruah di Sirkuit Sentul. Bahkan Presiden SBY sampai terjebak dalam kemacetan dan harus menggunakan motor menuju Sirkuit Sentul untuk membuka A1. Kondisi tersebut menggambarkan betapa masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang sosial ekonomi sangat menyukai event olahraga otomotif," pungkasnya.

(prf/ega)