Anies Ungkap Ada 17 Ribu Kasus Aktif COVID di DKI, Tertinggi Selama Pandemi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 09 Jan 2021 09:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Foto: ANDHIKA PRASETIA/detikcom
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan kondisi penanganan kasus virus Corona (COVID-19) di Jakarta. Anies menyebut, saat ini, Jakarta memiliki kasus aktif tertinggi sejak awal pandemi pada Maret 2020.

"Kasus aktif di Jakarta tertinggi dalam masa pandemi Jakarta dalam 9 bulan lebih. Angka 17 ribu adalah angka tertinggi yang pernah kita miliki," ucap Anies dalam siaran di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

"Apa kasus aktif, jumlah orang yang dites positif, belum dinyatakan negatif, baik yang dirawat di fasilitas kesehatan atau isolasi mandiri. Di Jakarta, kasus aktif ada 17.382," sambungnya.

Jumlah kasus aktif di Jakarta penting untuk diketahui oleh pemerintah. Data itu sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan kasus COVID-19.

"Angka ini, artinya, kita harus menyiapkan fasilitas isolasi terkendali, apakah hotel apakah wisma, harus juga menyiapkan fasilitas perawatan bagi mereka kondisi berat dan sedang," ujarnya.

Bagi Anies, pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah banyak belajar selama masa pandemi. Sehingga, bisa mengetahui pola dan penanganan.

"Karena kita lewati pandemi 9 bulan. Maka kita memiliki pemahaman tentang pola. Pertama adalah aspek besarannya, kapan terjadi peningkatan, pelandaian, penurunan," kata Anies.

"Kedua, aspek berat ringan. Berapa dari yang aktif (angka) yang OTG (orang tanpa gejala), ringan, sedang, berat kritis," ucapnya.

Anies menyebut saat ini Jakarta sudah memiliki sistem informasi yang memadai terkait Corona.

"Kalau dulu gunakan referensi luar negeri. Karena kita sudah jalani selama 9 bulan dan kita bersukur membangun sistem infomrasi yang lengkap sejak awal. Sehingga kita punya data lengkap," ucapnya.

Tonton video 'Pecah Rekor! Kasus Corona di RI Tembus 10.617':

[Gambas:Video 20detik]



Kemarin, Jakarta alami penambahan kasus harian COVID-19 hampir 3 ribu kasus. Simak di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2