Ribuan Orang Demo PM Thaksin
Minggu, 05 Feb 2006 00:37 WIB
Jakarta - Badai yang menerpa PM Thaksin Shinawatra kian keras. Sedikitnya 15 ribu rakyatnya turun jalan untuk mendesak PM Thaksin mundur. Aksi ini berpusat di sebuah plasa dekat yang dikelilingi gedung-gedung bersejarah dan gedung pemerintahan. Seiiring tabuhan band-band, para pendemo berdatangan, mendesak Thaksin turun akibat skandal penjualan Shin Corp, raksasa telekomunikasi Thailand yang didirikannya kepada Temasek, Singapura. Dalam penjualan itu, keluarga Thaksin tidak menyetor US$ 2 miliar pajak pada negara yang menyebabkan masyarakat mendesak agar dua anak Thaksin yang terlibat diperiksa.Dalam aksi demontrasi itu, tampak spanduk berbunyi "Selamat datang di Thailand, cabang kedua Singapura". Hal ini menandakan kemarahan publik pada penjualan Shin Corp yang menguasai telepon seluler, satelit, televisi dan penerbangan."Pertama kali Perdana Menteri adalah seorang yang baik. Tapi sekarang dia berubah buruk, karena Shin Corp tidak membayar pajak pada pemerintah," kata seorang pria 30-an tahun yang memegang spanduk bertuliskan "Hentikan melacurkan aset nasional kita," seperti dilansir ABC News, Sabtu (4/2/2006).Banyak dari pendemo itu mengenakan kain di lengan yang bertuliskan "Selamatkan negeri ini" dan mengenakan kemeja atau selendang kuning, warna untuk menghormati Raja Bhumibol Adulyadej. Aksi ini dijaga 4.500 polisi. Polisi memperkirakan pendemo sebanyak 30 ribu orang.Aksi yang disponsori oleh rival Thaksin, Sondhi Limthongkul, ini meminta kepada Raja Bhumibol untuk menekan Thaksin mundur atau menyerukan pemilu baru. Shondi menuduh Thaksin telah melakukan korupsi, membatasi kebebasan pers dan menghalalkan politik uang untuk mempertahankan kekuasaannya.Thaksin telah berulang kali menolak seruan agar dia mundur. Namun hari ini dia menyatakan akan mundur bila Raja menghendakinya."Hanya bila Raja meminta saya mundur. Bila beliau berkata pada saya,"Thaksin, kamu dapat mundur sekarang" saya akan turun sesegera mungkin," kata Thaksin dalam pidatonya di radio dengan berapi-api.
(nrl/)











































