Lengkap, Ini Hasil Investigasi Komnas HAM soal Tewasnya Laskar FPI

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 19:24 WIB
Jakarta -

Komnas HAM telah memaparkan hasil investigasi terkait tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI). Hasilnya, Komnas HAM menyimpulkan bahwa telah terjadi kontak tembak antara 6 laskar FPI dan polisi hingga adanya pelanggaran HAM.

"Didapat fakta saling kejar-mengejar, saling serempet, saling seruduk, serta berujung saling serang, dan kontak tembak antara mobil laskar FPI dengan petugas, terutama sepanjang Jalan Inter Karawang Barat diduga hingga Km 49 dan berakhir di Km 50 Tol Jakarta-Cikampek," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Komnas HAM menyimpulkan telah terjadi pelanggaran HAM dalam insiden tewasnya 6 laskar FPI. Komnas HAM menyatakan bahwa ada dua konteks berbeda terkait tewasnya 6 laskar FPI.

Konteks pertama terjadi di Jalan Internasional Karawang hingga diduga mencapai Km 48 Tol Cikampek. Dua orang laskar FPI tewas di momen peristiwa ini.

"Substansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antarmobil dan saling serang antarpetugas dan laskar FPI bahkan dengan menggunakan senjata api," ungkap Choirul.

Konteks peristiwa yang kedua terjadi setelah Km 50 Tol Cikampek. Sebanyak 4 orang laskar FPI yang masih hidup dibawa oleh polisi dan kemudian ditemukan tewas.

"Sedangkan terkait peristiwa KM 50 ke atas, terdapat 4 orang yang masih hidup dalam penugasan petugas resmi negara yang kemudian ditemukan tewas, sehingga peristiwa tersebut merupakan bentuk pelanggaran HAM," sebut Choirul.

Berdasarkan hasil investigasi, Komnas HAM merekomendasikan 4 poin. Poin pertama, Komnas HAM merekomendasikan agar peristiwa tewasnya 4 laskar FPI dilanjutkan ke ranah pidana.

"Rekomendasinya. Berdasarkan kesimpulan yang telah dirumuskan tim penyidik, Komnas HAM merekomendasikan beberapa hal sebagai berikut. Yang pertama, peristiwa tewasnya 4 orang anggora laskar FPI merupakan kategori dari pelanggaran HAM. Oleh karenanya Komnas HAM merekomendasikan kasus ini harus dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan pidana, guna mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan. Jadi ini tidak boleh hanya dilakukan dengan internal, tapi harus dengan penegakan hukum dengan mekanisme dengan pengadilan pidana," papar Choirul.

Berikut hasil investigasi Komnas HAM terkait tewasnya 6 laskar FPI:

Merespons terjadinya peristiwa kematian 6 (enam) Laskar FPI yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek dan sebagian wilayah Karawang, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, telah membentuk Tim Penyelidikan untuk melakukan investigasi atas kasus tersebut sesuai dengan mandat Komnas HAM Pasal 89, Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia sejak Tanggal 07 Desember 2020.

Proses Penyelidikan

Dalam rangka penyelidikan atas peristiwa tersebut, Tim Penyelidik telah melakukan sejumlah proses penyelidikan antara lain:

A. Peninjauan Langsung Lokasi Peristiwa

Tim Penyelidik telah melakukan peninjauan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sejumlah lokasi mulai dari kawasan Sentul Bogor, Jalan TOL Jagorawi dan Cikampek arah Karawang, dan beberapa lokasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, didapatkan beberapa hasil, antara lain:

1. Ditemukan sejumlah barang
Dari hasil peninjauan langsung tersebut, Tim Penyelidik menemukan sejumlah benda yang dapat diduga sebagai bagian dari barang bukti dari peristiwa tersebut, antara lain:
• Bagian peluru (proyektil) sebanyak 7 (tujuh) buah;
• Bagian peluru (selongsong) sebanyak 3 (tiga) buah;
• Pecahan bagian lampu mobil warna silver sebanyak 26 keping;
• Pecahan kaca mobil warna bening sebanyak 7 (tujuh) keping;
• Pecahan lampu rem mobil warna merah sebanyak 5 (lima) keping
• Diduga bagian peluru (proyektil) sebanyak 1 (satu) buah;
• Diduga bagian peluru (bagian belakang selongsong) sebanyak 1 (satu) buah;
• Diduga pecahan kap mobil sebanyak 6 (enam) keping;
• Sejumlah benda lain yang berhubungan dengan bagian mobil, antara lain sebuah baut, tutup velg, dan pecahan ban;
• Satu buah earphone; dan
• Barang bukti bagian dari Joint Closure CCTV Jasa Marga berupa fiber optik (FO), kabel pelindung, plastik pengait dan baut pengikat.

Benda yang dapat diduga sebagai bagian dari barang bukti dari peristiwa tersebut ditemukan di sejumlah titik lokasi TKP, antara lain:
• Bahu jalan depan sebuah Mesjid di Karawang, Jalan Internasional Karawang Barat;
• Bahu jalan depan sebuah Ruko Jalan Internasional Karawang Barat;
• Taman Jalur Putaran Kampung Budaya, Jalan Internasional Karawang Barat;
• Sepanjang pembatas jalan melewati Gapura Kota Karawang hingga ke Bundaran Badami, depan Novotel Karawang, Jalan Internasional Karawang Barat; dan
• Rest Area KM 50 Tol Jakarta - Cikampek.

2. Didapatkan sejumlah keterangan dari saksi antara lain:
a. Di daerah Sentul, antara lain:
1) terdapat sejumlah mobil yang dicurigai melakukan pengintaian sejak beberapa hari sebelum peristiwa tanggal 6 malam dan 7 dini hari yang diduga milik petugas.
2) terdapat keterangan mobil Laskar FPI merapat ke Sentul dari Petamburan.

b. Di daerah rest area KM 50, antara lain:
1) terdapat 4 (empat) anggota FPI yang masih hidup dan diturunkan dari mobil ke jalan;
2) terdapat 2 (dua) orang yang diduga telah meninggal dengan 1 (satu) duduk di mobil dan 1 (satu) telah diturunkan ke jalan, terlihat luka yang diduga merupakan luka tembak.
3) terlihat darah di jalan depan salah satu warung.
4) terlihat petugas melakukan kekerasan terhadap 4 (empat) orang masih hidup, memerintahkan jongkok dan tiarap.
5) terlihat beberapa bukti yang ditaruh di meja salah satu warung oleh petugas.
6) terlihat 4 (empat) orang yang hidup dimasukkan ke mobil lewat pintu belakang dan samping tanpa diborgol.
7) terdengar perintah petugas untuk menghapus rekaman dan pemeriksaan Handphone.
8) terdengar penjelasan petugas kepada khalayak di situ bahwa peristiwa ini terkait narkoba dan juga terdengar terkait terorisme.
9) terdapat sejumlah petugas yang telah berada di rest area KM 50 sejak + pukul 20.00 WIB (petugas untuk vaksin covid),
10) terlihat beberapa mobil, antara lain mobil spin, avanza, xenia, towing, dan landcruiser.

c. Di daerah Karawang dan rest area lainnya, antara lain:
1) terdapat sejumlah petugas, baik bersenjata dan tidak bersenjata dalam jumlah puluhan pasca azan isya (petugas untuk vaksin Covid-19) di sekitar rest area dan jembatan
penyeberangan di TOL.
2) terdapat informasi salah satu rombongan mobil FPI yang berhenti di salah satu SPBU di daerah Karawang.
3) terdapat keterangan mendengar bunyi tembakan di 2 (dua) lokasi di daerah Karawang.

Soal permintaan keterangan ada di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5