3 Pelaku Jahit Mulut SUTET Masih Bertahan
Sabtu, 04 Feb 2006 20:18 WIB
Jakarta - Aksi mogok makan dan jahit mulut korban SUTET telah memasuki hari ke 39 di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (SRI) Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat. Dalam kondisi yang semakin lemah, tiga peserta masih bertahan.Manisa (51) asal Bojong Gede, sudah 18 hari melakukan aksi. Yani Kurniasih (40) dan Ikah (44) asal Sumedang, sudah 6 hari melakukan aksi. Ketiganya kini mengalami muntah-miuntah dan dehidrasi."Kami berharap kalau PLN tidak mau memindahkan tower, maka warga yang pindah dengan diberi ganti rugi," ujar suami Yani, Amin, kepada detikcom, Sabtu (4/2/2006).Korban SUTET mengharapkan ganti rugi Rp 1,25 juta per meter persegi bangunan permanen dan Rp 200 ribu per meter persegi tanahtanpa bangunan. Angka ini sudah dibicarakan dengan Pemda. "Tanah kami sekarang tidak laku. Kalau ada yang mau beli, tawarannya murah banget Rp 10.000-25.000," keluh Amin.Padahal menurut Amin, warga akan mendukung kebijakan pemerintah asalkan tidak merugikan warga. Sambil merokok, Amin yang berprofesi sebagai penjahit hanya memandang kosong ke depan. Sementara Yani, Manisa dan Ikah tergolek lemah menunggu terbukanya pintu hati pemerintah.
(fay/)











































