Menkominfo Sarankan Hari Pers Nasional 2021 Digelar Full Digital

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 23:16 WIB
Menkominfo Johnny G Plate
Menkominfo Johnny G Plate. (Foto: Kominfo)
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyarankan agar gelaran Hari Pers Nasional 2021 dilakukan secara full digital. Hal ini mengingat saat ini pandemi Corona mewabah.

"Saya berharap lewat Hari Pers Nasional 2021, peran Wartawan sebagai bagian dari demokrasi menjadi bagian terdepan bersama pemerintah untuk menyelamatkan masa depan bangsa di masa pandemi saat ini," ujar Johnny, dalam keterangan tertulis yang disampaikan PWI, Kamis (7/1/2021).

Hal itu disampaikan Johnny dalam pertemuan virtual dengan Pengurus PWI Pusat dan Panitia Hari Pers Nasional 2021. Dalam pertemuan itu, turut hadir Dirjen Kominfo Widodo Muktiyo.

Lalu dari PWI Pusat hadir Ketua Umum Atal S Depari, yang juga Penanggung Jawab Hari Pers Nasional, Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhadi, Ketua Panitia HPN Auri Jaya, Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga Abdul Aziz, Ketua Bidang Pendidikan Nurjaman Mokhtar, Bendahara Umum M Ihsan, Wakil Bendahara Umum Dar Edi Yoga, Sekretaris Panitia HPN Kesit B Handoyo, dan Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho.

Dalam pertemuan itu, dia juga mengatakan sudah selayaknya masyarakat bertransformasi memanfaatkan dunia digital.

"Pers saat ini mulai bermigrasi dan masuk ke era digital yang merubah keseluruhan profilnya, maka tantangan eksistensinya menjadi relevan untuk ke mana arah pers kita yang berkualitas di era 4.0. Saat ini tantangan besarnya, tidak saja pers Indonesia, tetapi juga pers dunia," jelasnya.

Johnny menyebut kemajuan infrastruktur telekomunikasi bisa menjadi upaya mengantisipasi pandemi COVID-19 dan dinamika dunia digital. Saat ini, lanjut dia, Kementerian Kominfo tengah mengupayakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi agar di akhir 2022 seluruh desa dan kelurahan di Indonesia terjangkau jaringan 4G.

"Pada akhir tahun 2022, sebanyak 83.218 desa dan kelurahan seluruhnya sudah bisa terjangkau sinyal 4G," katanya.

"Ada 3.435 desa dan kelurahan yang berada di wilayah non-3T, di mana para pimpinan operator seluler telah berkomitmen secara simultan untuk menyelesaikan pembangunan atau menghadirkan sinyal di wilayah non-3T tadi selambat-lambatnya pada tahun 2022 juga, sehingga sisanya 9.113 desa dan kelurahan akan dibangun oleh Kominfo," ujar Johnny.

(idn/knv)