Round-Up

Sorotan Kebon Sirih untuk Pemprov DKI soal Pembatasan Baru 11 Januari

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 21:05 WIB
Gedung DPRD DKI Jakarta
Gedung DPRD DKI Jakarta. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali mulai 11 hingga 25 Januari 2021 menuai sorotan dari anggota DPRD DKI Jakarta. Anggota Dewan menyampaikan sejumlah saran agar kebijakan itu dapat memutus mata rantai virus Corona (COVID-19).

Terbaru, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut akan segera mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan kegiatan masyarakat tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto.

Awalnya, Airlangga menyebut PPKM bukan dimaksudkan untuk menghentikan seluruh kegiatan masyarakat.

Airlangga lalu mengatakan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga sudah mengeluarkan instruksi Mendagri kepada para gubernur yang wilayahnya akan diterapkan PPKM. Pemprov DKI Jakarta juga akan segera mengeluarkan SE terkait PPKM tersebut.

Berikut daftar lengkap kegiatan yang terkena pembatasan tersebut:

- Membatasi tempat kerja dengan work from home 75 persen dengan melakukan protokol kesehatan secara ketat
- Kegiatan belajar-mengajar secara daring
- Sektor esensial yang kita sudah kita ketahui bersama berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap beroperasi 100 persen dengan pengaturan tentu jam operasional, kapasitas, dan menjaga protokol kesehatan secara ketat
- Melakukan pembatasan terhadap jam buka daripada kegiatan-kegiatan di pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00, kemudian makan dan minum di tempat maksimal 25 persen dan pemesanan makanan melalaui take away atau delivery tetap diizinkan
- Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat
- Mengizinkan tempat ibadah untuk melakukan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat
- Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara,
- Kapasitas dan jam moda transportasi juga diatur.

Kebijakan tersebut menyedot perhatian kalangan Dewan. Mereka mendukung pembatasan baru ini. Berikut suara anggota DPRD DKI Jakarta:

Gerindra: Yang Penting Penularan COVID Putus

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra M Taufik menyarankan agar pembatasan baru diberlakukan juga secara lokal.

"Ya selama untuk memutus mata rantai penularan saya kira nggak apa-apa dan Pemda DKI sendiri telah berupaya," kata Taufik saat dihubungi, Rabu (6/1/2021).

Taufik mengatakan pembatasan baru ini tidak perlu terlalu berbeda dengan PSBB transisi yang selama ini dilakukan di DKI Jakarta. Meskipun begitu, dia meminta agar kebijakan ini dilakukan sampai ke tingkat RW atau kelurahan.

Menurutnya pemberlakuan pembatasan hingga penanganan pandemi hingga ke tingkat lokasi bisa mempermudah pengawasan.

Golkar Ungkap Kemungkinan Lockdown

Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, mengungkap Jakarta sudah masuk kondisi darurat Corona.

"Benar, Jakarta sudah masuk darurat karena aktivitas masih full, sedangkan nakes (tenaga kesehatan) kita terbatas dan kemampuan daya tampung rumah sakit kita terbatas dan masyarakat agak susah diajak menjalankan protap kesehatan secara baik," kata Basri saat dihubungi, Rabu (6/1/2021).

Basri menilai sudah waktunya Pemprov DKI Jakarta mengikuti arahan pemerintah pusat. Dia juga menyebut adanya kemungkinan lockdown total di DKI jika kondisi ini tidak berubah.

Selanjutnya
Halaman
1 2