Polisi Gerebek Rumah Penyimpanan Minyak Oplosan di Jambi, 2 Orang Diamankan

Ferdi Almunanda - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 19:57 WIB
Polisi gerebek rumah penampungan minyak oplosan di Jambi (Dok istimewa)
Foto: Polisi gerebek rumah penampungan minyak oplosan di Jambi (Dok istimewa)
Jambi - Polisi gerebek sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat penimbunan minyak ilegal di Jambi. Minyak ilegal yang dioplos menjadi jenis pertalite, solar dan minyak tanah itu berhasil diamankan polisi setelah mendapatkan informasi.

"Jadi ini diduga menjadi tempat penyimpanan minyak yang sudah dioplos menjadi jenis pertalite, solar dan minyak tanah yang nantinya diedarkan kepada masyarakat di beberapa lokasi di Jambi. Dari penggerebekan kita, minyak ilegal ini disimpan di jerigen mobil dan beberapa gudang dan diolah di rumah," kata Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Handreas kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Penggerebekan lokasi penimbunan minyak ilegal ini dilakukan polisi di permukiman rumah warga yang berada di sebuah rumah di Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan kurang lebih sebanyak puluhan ton minyak ilegal yang sudah dioplos.

"Saat ini minyak yang kini amankan ada beberapa ton. Minyak itu disimpan di beberapa tempat yang ada di beberapa rumah dan disimpan pula di dalam mobil truk yang sudah diolah menjadi tempat penyimpanan minyak ilegal ini," ujar Handreas.

Selain berhasil mengamankan minyak ilegal, polisi juga berhasil membawa dua orang yang kini dijadikan sebagai saksi. Dua orang itu diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap penimbunan minyak ilegal tersebut.

"Sekarang ada dua orang yang kita amankan dulu di Mapolsek, mereka ini kita bawa dulu untuk dimintai keterangan sementara pemiliknya siapa masih dalam penyelidikan kita," kata Kapolsek Kotabaru Jambi, Kompol Afrito Marbaro.

Minyak ilegal itu berasal dari Sumatera Selatan. Kemudian dibawa ke lokasi rumah yang berada di Kotabaru, Kota Jambi untuk dioplos.

"Kalau untuk jenis yang sudah di oplos menjadi pertalite dan solar itu dijual di SPBU mini atau Pertamini yang ada di Jambi. Sementara untuk minyak tanah di jual kepada toko-toko kecil," ujar Afrito.

Polisi menduga lokasi ini telah beroperasi cukup lama dan terorganisir. "Lokasi ini sudah cukup lama beroperasi yang mana," kata Afrito.

Saat ini polisi masih mendalami kasus penimbunan minyak ilegal itu. Beberapa barang bukti minyak ilegal yang sudah dioplos dibawa ke Mapolsek Kotabaru untuk dijadikan barang bukti. (isa/isa)