Pembebasan 14 WNI dari Somalia, RI Tidak Bayar Uang Tebusan
Sabtu, 04 Feb 2006 17:01 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia tidak membayar biaya apa pun dalam upaya pembebasan 14 WNI yang disandera kelompok bersenjata di Somalia. Sebelumnya, penculik sempat meminta uang tebusan sebesar US$ 1,5 juta."Kita tidak bayar apa-apa, karena memang pendekatan yang kita lakukan adalah pendekatan politik," kata Menlu Hasan Wirajuda di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu (4/2/2006).Menlu menjelaskan, sejak diketahui terjadi penyanderaan pada Agustus 2005, ia sempat membicaranya dengan Menlu Somalia di New York, AS.Selain upaya politis, juga dilakukan "upaya garis belakang" oleh Dubes RI di Nairobi bersama perusahaan perikanan yang mempekerjakan 14 WNI tersebut."Saya tidak tahu dan tidak mau tahu," sahut Menlu saat ditanya apakah yang dimaksud dengan "upaya garis belakang" berarti uang tebusan dibayarkan oleh perusahaan Taiwan itu.Menurut Menlu, tidak jadi masalah apakah 14 WNI itu akan kembali ke Tanah Air pada waktu dekat atau tidak. Sebab mereka langsung dipekerjakan kembali oleh perusahaan perikanan Taiwan yang memang semula mempekerjakan mereka."Yang kita minta mereka untuk hati-hati, jangan lagi memasuki wilayah perairan tidak bertuan, di mana sering terjadi pembajakan di bagian perairan Somalia seperti itu," imbau Menlu.
(sss/)











































