Hasil Swab Telat, Jenazah COVID di Sulbar Disemayamkan Semalam di Rumah

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 18:03 WIB
Jenazah pasien COVID-19 di Sulbar yang sempat disemayamkan semalam di rumah (Abdy-detikcom).
Jenazah pasien COVID-19 di Sulbar yang sempat disemayamkan semalam di rumah. (Abdy/detikcom)
Mamasa -

Seorang pasien positif COVID-19 inisial Al (67) yang meninggal di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), telat dimakamkan karena hasil swab terlambat diterima tim medis dan keluarga. Jenazah almarhum disemayamkan semalam di rumah duka oleh keluarga.

"Saya mau sampaikan bahwa almarhum ini pada saat meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Kondosapata, hasil swab yang dikirim ke Makassar belum keluar," kata Wakil Bupati Mamasa, Marthinus Tiranda saat dimintai konfirmasi wartawan, Kamis (7/1/2021).

Diketahui, pasien COVID-19 tersebut meninggal dunia pada Rabu (6/1) lalu dan baru dimakamkan pada Kamis (7/1) tadi. Selama semalam, jenazah pasien COVID-19 itu disemayamkan di rumah duka.

Menurut Marthinus, sebelum meninggal, almarhum sempat menjalani perawatan selama 11 hari dan dua kali menjalani rapid test dengan hasil nonreaktif.

"Namun analisa medis kemarin memperlihatkan kecenderungan bahwa yang bersangkutan cenderung COVID, tetapi hasil rapid tidak reaktif," tuturnya.

Karena 2 kali nonreaktif saat rapid test, tim medis kemudian melakukan tes PCR dengan mengirim sampel swab almarhum ke laboratorium di Makassar.

"Setelah di-swab almarhum meninggal, namun hasil swab belum keluar. Jenazah almarhum diambil oleh keluarga, karena rumah sakit juga tidak punya alasan untuk mempertahankan itu, karena hasil lab belum keluar. Sehingga setelah jenazah almarhum berada di rumah duka oleh keluarganya, jam 12.30 kemarin, itu baru hasil swab keluar dan dinyatakan positif," jelas Marthinus.

Lantas, mengapa jenazah Al harus disemayamkan semalam di rumah duka, simak selengkapnya di halaman selanjutnya>>>