Karikatur Nabi, Perlu Dialog Antar-agama Antar-kawasan

Karikatur Nabi, Perlu Dialog Antar-agama Antar-kawasan

- detikNews
Sabtu, 04 Feb 2006 13:47 WIB
Jakarta - Bercermin dari hebohnya pemuatan gambar karikatur Nabi Muhammad SAW di surat kabar Denmark Jylland Posten, perlu dilakukan dialog antar-agama antar-kawasan."Kejadian ini menguatkan pandangan kita tentang perlunya dilakukan dialog dan kerjasama antar-agama, tidak hanya di antara pemeluk agama di suatu negara, tetapi juga antar-kawasan," kata Presiden SBY.Hal ini disampaikan presiden dalam pernyataan tertulis yang dibacakan saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Sabtu (4/2/2006)."Karena itu, dialog dan kerjasama antar-agama kawasan Asia Pasifik dan antar-kawasan Asia Eropa (ASEM) yang disponsori Indonesia perlu terus diperkuat," lanjut SBY.Dituturkan, Pemerintah Indonesia bersama-sama dengan negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) telah melakukan langkah bersama yang meminta kepada Pemerintah Denmark untuk mengambil langkah korektif atas kasus tersebut."KTT Luar Biasa OKI di Mekkah pertengahan Desember 2005 telah menyerukan langkah bersama menghadapi gejala Islamophobia. Sidang Majelis Umum PBB pada 20 Januari 2006 juga telah mengesahkan resolusi guna memerangi pelecehan agama," urai SBY.Pemerintah Indonesia mengecam pemuatan karikatur Nabi Muhammad di surat kabar Denmark Jylland Posten dan penyebarluasannya di media Eropa Barat."Pemuatan karikatur tersebut jelas tidak sensitif terhadap pandangan dan keyakinan umat agama lain," cetus SBY.Pelecehan terhadap simbol-simbol keagamaan tersebut, lanjut dia, telah menyakiti perasaan umat Islam. Pembenaran tindakan tersebut atas dasar kebebasan untuk menyatakan pendapat, sulit diterima."Sesuai Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948 pasal 29, hak asasi bukanlah sesuatu yang mutlak, dan dalam pelaksanaannya tidak boleh mengurangi hak, apalagi melecehkan keyakinan orang lain," jelas SBY. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads