Mahasiswa Medan Tewas Masuk Jurang Gunung Pintau
Sabtu, 04 Feb 2006 12:52 WIB
Medan -
Seorang mahasiswa pencinta alam di Medan, Sumatera Utara, tewas saat melakukan ekspedisi di Gunung Pintau, Kabupaten Karo. Saat ini, Tim SAR sedang berupaya mendatangi lokasi kejadian guna mengevakuasi korban.Korban diketahui bernama Zulkifli Lubis mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Harapan Medan angkatan 2002.Zulkifli tercatat sebagai warga di Jalan Seroja, Helvetia, Medan.Zulkifli sedang melakukan ekspedisi ke Gunung Pintau bersama empat rekan lainnya yang tergabung dalam Generasi Mahasiswa Pencinta Alam Harapan (Gemphar).Keterangan yang diperoleh dari Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang menyebutkan, ekspedisi yang dilakukan korban bersama empat rekan satu kampus, yaitu Billah (angkatan 2000), Abubakar (2002), Yuni (2004) dan Trisna (2004), dimulai pada Minggu 29 Januari.Mereka melakukan perjalanan pendakian mulai dari Gunung Sibayak, yang berada di ketinggian 2.049 meter. Kemudian mereka melakukan perjalanan pulang dengan rencana akan membuka jalur baru melalui Gunung Pintau dengan ketinggian 2.212 meter, yang berada di sebelah Gunung Sibayak.Mereka tadinya berencana membuat jalur baru hingga ke Bumi Perkemahan Sibolangit di kawasan Hutan Lindung Sibolangit, yang berjarak 32 kilometer dari Medan dan 62 kilometer dari Lubukpakam, ibukota Kabupaten Deli Serdang.Namun, baru pada Jumat kemarin 3 Februari, Zulkifli dikabarkan jatuh ke jurang yang dalamnya sekitar 30 meter. Informasi jatuhnya Zulkifli diterima polisi melalui alat komunikasi HP. Atas informasi itu, Tim SAR dari Badan SAR Medan meluncur ke Bumi Perkemahan Sibolangit guna mengevakuasi korban dan empat temannya yang selamat.Hingga kini, Sabtu (4/2/2006), posisi kebaradaan korban belum diketahui secara pasti. Namun, dari sinyal HP tersebut dipastikan keberadaan mereka di titik koordinat 60,3 lintang utara dan 45,8 bujur timur.Menurut Koordinator Seksi Operasi Badan SAR Medan, Zainal Tahar, timnya saat ini sudah berangkat sejak pukul 06.30 WIB tadi pagi. Diperkirakan tim akan sampai ke lokasi dalam lima jam perjalanan.Diharapkan sore atau menjelang malam nanti jenazah korban sudah bisa dievakuasi dan dibawa pulang. "Kita berharap tim dapat bekerja lebih cepat, karena memang lokasi yang dituju cukup jauh dan medannya relatif sulit untuk ditempuh," jelas Zainal.
(zal/)










































