Musibah Itu Datang Ketika Penumpang Terlelap Tidur
Sabtu, 04 Feb 2006 12:26 WIB
Jakarta - Musibah memang datang tak terduga. Begitu pula yang terjadi dengan kapal feri Mesir, Al Salam Boccaccio 98 yang tenggelam di Laut Merah. Saat kejadian, sebagian besar penumpang sedang terlelap tidur.Kebanyakan dari para penumpang yang sedang dibuai mimpi itu tidak punya kesempatan untuk menyelamatkan diri. Kapal berusia 35 tahun itu tenggelam begitu cepat di Laut Merah pada Kamis 2 Februari tengah malam waktu setempat.Apalagi kapal naas itu juga tidak dilengkapi dengan sekoci yang cukup untuk ribuan penumpangnya. Demikian diungkapkan seorang juru bicara untuk Presiden Mesir Horni Mubarak, seperti diberitakan harian Malaysia, The Star, Sabtu (4/2/2006).Kapal tua itu mengangkut 1.312 penumpang dan 96 kru. Kapal juga memuat 220 kendaraan. Kapal tenggelam begitu cepat "seperti batu" sampai-sampai awak kapal tidak sempat mengeluarkan permohonan bantuan darurat lewat radio.Empat kapal penyelamat berada di sekitar lokasi musibah. Namun karena cuaca buruk, butuh waktu sekitar 10 jam bagi kapal-kapal itu untuk mendekati lokasi tenggelamnya kapal. Hingga saat ini kapal maut tersebut belum ditemukan. Begitu pula dengan hampir 900 penumpangnya yang belum diketahui nasibnya.Sejauh ini sudah 185 jenazah yang ditemukan tim penyelamat. Sementara 314 penumpang yang berada di sekoci-sekoci berhasil ditemukan selamat.Saat kejadian, suhu udara di Laut Merah berkisar 19 derajat Celcius. Juga terjadi badai dan angin kencang sepanjang malam dari pantai barat Arab Saudi.Penyebab tragedi ini masih simpang siur. Namun menurut pakar-pakar perkapalan, penyebab paling mungkin atas musibah ini adalah human error. Sementara para keluarga korban menyalahkan kondisi kapal yang sudah tua itu."Bagaimana bisa mereka menampung semua penumpang ini dalam kapal setua itu yang tidak fit untuk berlayar," protes seorang anggota keluarga penumpang kapal.
(ita/)











































