Warga Bukittinggi Sumbar Serahkan Ungko ke BKSDA

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 09:33 WIB
Ungko yang diserahkan ke BKSDA Bukittinggi (Foto: dok Istimewa)
Ungko yang diserahkan ke BKSDA Bukittinggi (Foto: dok. Istimewa)
Bukittinggi -

Warga Kubu Gulai Bancah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menyerahkan seekor satwa langka yang dilindungi jenis ungko kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bukittinggi. Warga bernama Syafrina Bahar itu menyerahkan ungko yang telah ia rawat selama beberapa bulan untuk kemudian dirawat sementara di Kebun Binatang Bukittinggi.

"Warga menyerahkan seekor ungko kepada BKSDA pada Senin kemarin. Ungko ini telah selesai dirawat," kata Kepala BKSDA Resor Bukittinggi Vera Ciko kepada wartawan, Kamis (7/1/2021).

Ciko menambahkan satwa tersebut masih tergolong anak-anak dan berumur 8-10 bulan. Saat diserahkan keadaannya sangat baik dan lincah. Menurut Ciko, warga yang menemukan tersebut mendapati ungko di daerah Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, sekitar 3 bulan lalu.

"Ungko tersebut dalam keadaan terluka di bagian leher dan ketiak. Kemungkinan luka itu akibat berkelahi dengan hewan lainnya," jelas Ciko.

Warga merawat ungko tersebut karena merasa kasihan. Syafrina membawa pulang dan mengobati luka-luka ungko tersebut. Setelah sehat, hewan dengan nama Latin Hylobates Agilis itu lalu diserahkan ke BKSDA.

Besar kemungkinan ungko itu tertinggal dari induknya. Ciko mengatakan biasanya anak ungko ini masih bersama induknya ketika masih anak-anak.

BKSDA menitipkan sementara ungko ini di kebun binatang sampai sudah mampu bersaing mencari makan sendiri di alamnya. Jika sudah mampu akan dilepasliarkan.

"Namun, kalau tidak mampu, akan dititipkan selamanya di kebun binatang. Satwa itu memakan buah-buahan di dalam hutan," Ciko menambahkan.

Ungko merupakan satwa ordo primata. Keberadaan satwa ini termasuk dilindungi dan dikategorikan ke dalam status genting (endangered, EN) oleh IUCN, terutama dikarenakan hilangnya habitat dari perburuan untuk dijadikan hewan timangan.

Lihat juga video 'Monyet Turun ke Permukiman Lereng Merapi':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)