NasDem Minta Kemhan-TNI Turut Investigasi Puing Roket China di Kalteng

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 16:04 WIB
Ketua DPP NasDem Willy Aditya
Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya (Foto: Dok. Pribadi)
Kotawaringin Barat - Puing logam berukuran besar diduga milik badan antariksa China ditemukan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Partai NasDem meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI turun tangan menginvestigasi.

"Publik harus beri kesempatan aparat kepolisian dan aparat terkait lainnya untuk melakukan investasi seksama agar informasi yang didapat benar-benar utuh dan jelas," kata Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya kepada wartawan, Rabu (6/1/2021).

Puing roket yang ditemukan di Kalteng bertuliskan CNSA. Untuk diketahui, CNSA merupakan China National Space Administration atau bisa disebut badan antariksa China.

"Isu soal logo bintang, lalu label CNSA di salah satu bagian serpihan yang ditemukan akan terus menjadi pertanyaan publik bisa bermakna sangat banyak. Karena itu, menunggu hasil investigasi adalah hal yang tepat dilakukan publik. Kita harus menyehatkan kembali ruang publik dengan informasi-informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI ini mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menahan spekulasi seputar puing roket tersebut. Menurut Willy, segala kemungkinan masih dapat terjadi soal asal usulan serpihan roket diduga asal China itu.

"Sampai terdapat kejelasan dari mana serpihan berlogo bintang tersebut diperoleh, sebaiknya publik di edukasi dengan hal-hal yang lebih positif. Boleh jadi serpihan tersebut terombang-ambing di lautan hingga bisa masuk Indonesia, atau serpihan tersebut bisa jadi bersumber dari perangkat yang dipakai oleh pihak Indonesia sendiri, atau kemungkinan lainnya. Masih terlalu banyak kemungkinannya, biarkan kepolisian melakukan investigasi terlebih dahulu," ucapnya.

Oleh sebab itu, Kemenhan dan TNI didorong untuk turun tangan turut menginvestigasi puing roket yang ditemukan di perairan Kalteng sehingga diperoleh penjelasan yang komprehensif soal puing roket itu.

"Jangan publik diseret untuk menghubung-hubungkan peristiwa-peristiwa seolah ada hubungannya. Komisi I meminta Kementerian Pertahanan, TNI, dan aparat pertahanan keamanan lainnya, turut serta dalam investigasi yang dilakukan kepolisian. Agar peristiwa ini dapat dijelaskan secara terang benderang," imbuhnya.

Sebelumnya, puing logam berukuran besar yang ditemukan di Kalimantan Tengah, ternyata bukan dari bagian badan pesawat. Puing itu bagian dari badan roket China yang meledak April silam.

"Diperkirakan bahwa serpihan benda yang menyerupai badan pesawat tersebut merupakan bagian dari badan roket milik China yang meledak di angkasa dan jatuh di perairan Laut Jawa dan terbawa ombak terdampar di Teluk Ranggau, Desa Sei Cabang Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar," kata Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah kepada wartawan, Rabu (6/1) (rfs/isa)