Puing Roket China Ditemukan di Kalteng, PKS Soroti Kesigapan Kemhan

Tiffany Theresia - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 14:21 WIB
Polisi memaparkan di puing tersebut terdapat logo dan tulisan CNSA, yaitu singkatan dari China National Space Administration
Logo CNSA yang ditemukan di puing logam yang ditemukan di Kalteng (Foto: dok. Polres Kotawaringin Barat)
Jakarta -

Puing logam berukuran besar yang ditemukan di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, ternyata bagian roket China yang meledak di angkasa pada April lalu. Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Tifatul Sembiring menilai Kementerian Pertahanan (Kemenhan) harus serius mengurus pertahanan menyangkut hal ini.

"Jadi ini menunjukkan bahwa memang kita ini belum ada persiapan, jadi masih, masih banyak bual-bual aja gitu loh, bual-bual aja soal pertahanan," kata Tifatul Sembiring kepada wartawan, Rabu (6/1/2021).

Menurut Tifatul, Kemenhan harus berperan lebih, terutama terkait letak geografis Indonesia yang bersebelahan dengan sejumlah negara. Tifatul mengatakan peralatan Indonesia kurang memadai untuk mendeteksi benda asing yang ingin masuk ke Tanah Air.

Menkominfo Tifatul Sembiring saat di temui dalam acara rapat membahas RUU Penyiaran dalam rapat kerja, diruang rapat Komisi I, Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (23/09/2013). File/detikFotoElite PKS, Tifatul Sembiring (Rengga Sancaya/detikcom)

"Ini sebetulnya adalah Kemenhan harus lebih memperhatikan ini. Kita ini memang berbatasan dengan 6 negara ya, dengan Singapura, dengan Malaysia, dengan Filipina, dengan Papua Nugini, Australia, dan Timur Timor, kan 6 kan perbatasan kita itu dengan negara lain," kata Ketua Fraksi PKS MPR RI ini.

"Nah kita di sepanjang itu kita nggak punya peralatan. Katakanlah di daerah Kalimantan maupun utara itu kan cukup banyak negara ya Singapura, Malaysia, Filipina, kita tuh nggak punya peralatan untuk mendeteksi adanya benda asing yang masuk ke daerah kita," jelasnya.

Puing roket yang ditemukan di Kalteng bertuliskan 'CNSA'. Untuk diketahui, CNSA kependekan dari China National Space Administration yang merupakan badan antariksa China.

"Adanya apa, apalagi drone, drone itu kan biasanya terkait dengan spying ya dengan mata-mata ya gitu. Itu menunjukkan bahwa sangat lemahnya pertahanan Indonesia. Ya memang-memang apa, ya sampai-sampai pun ini diduga puing berapa lama jatuh, jadi nggak tahu ini jatuhnya kapan. Kalau polisi bilang kan itu yang tanggal 20 April 2020 gitu kan, jadi 8 bulan 9 bulan baru ditemukan puing dulu baru kita deteksi," sambung elite PKS ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2