2 Anggota JAD di Makassar Jarang Bergaul ke Warga, Punya Kelompok Sendiri

Ibnu Munsir - detikNews
Rabu, 06 Jan 2021 13:00 WIB
TKP Penangkapan teroris di Makassar (Hermawan-detikcom).
TKP penangkapan teroris di Makassar. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Dua anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang juga memiliki hubungan mertua-menantu, M Rizaldi (44) dan Sanjai Ajis (22), diketahui jarang bergaul dengan warga. Warga sekitar kaget saat mengetahui keduanya ditembak mati Densus 88 pagi tadi.

"Saya tidak tau dia tinggal sama siapa, tapi dia ada kelompoknya," ujar Iwan, ketua RT tempat 2 JAD tersebut tinggal, saat ditemui di Vila Mutiara Biru, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (6/1/2021).

Iwan menyebut 2 anggota JAD itu hanya terpantau kerap melakukan semacam pengajian bersama kelompoknya di kediamannya.

"Kegiatannya paling adakan kayak semacam ceramah-ceramah sama guru-gurunya," ujarnya.

Iwan menjelaskan Rizaldi tinggal bersama anak-anaknya. Hanya, dia tak mengetahui kegiatan yang dilakukan bersama kelompoknya lantaran jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

"Bergaulnya jarang, interaksinya sama warga tidak juga, cuma dia tetap jalankan aktivitas seperti biasanya. Dia tinggal sama anak-anaknya, tapi identitasnya berapa orang kita tidak tahu karena kita tidak komunikasi," jelasnya.

Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Merdisyam mengungkap total ada 20 terduga teroris yang ditangkap di Kota Makassar hari ini. Jumlah tersebut sudah termasuk dua terduga teroris yang tewas, M Rizaldi (44) dan Sanjai Ajis (22).

"Ini yang diamankan seluruhnya 20," ujar Irjen Merdisyam kepada wartawan di Makassar, Rabu (6/1/2020).

Irjen Merdisyam mengatakan, selain dua terduga teroris tewas, ada seorang terduga teroris yang mengalami luka tembakan dan kini dalam perawatan.

"Dua yang meninggal dunia dan satu luka tembak dalam perawatan, (sisanya) 17 sudah diamankan," katanya.

(nvl/nvl)