Kemendikbud: 140 Ribu Sekolah Ikuti Simulasi Asesmen Nasional Pengganti UN

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 19:09 WIB
Kepala Badan Litbang dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud, Totok Suprayitno (Dok. Smeru Institute)
Jakarta - Kemendikbud mengatakan pihaknya siap melakukan Asesmen Nasional pengganti Ujian Nasional (UN) pada tahun ajaran 2021 ini. Kemendikbud mengatakan ada 140 ribu sekolah yang mengikuti simulasi Asesmen Nasional.

"Untuk pelaksanaan Asesmen Nasional 2021, kita sudah siapkan lama ketika keputusan UN dihapuskan, maka sesegera mungkin kami melakukan persiapan-persiapan. Pertama kami lakukan item test yang sekarang sudah kita uji cobakan melalui simulasi skala besar yang diikuti 140 ribuan sekolah, untuk melakukan uji coba soal yang kita kembangkan," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno dalam diskusi virtual yang disiarkan live di YouTube Kemendikbud, Selasa (5/1/2021).

Totok mengatakan saat ini soal Asesmen Nasional sedang dalam proses penyesuaian. Dia berharap Asesmen Nasional ini bisa berjalan dengan baik.

"Lalu juga penyiapan aplikasinya menggunakan adaptive testing itu juga sudah kita siapkan dan uji cobakan, dan saat ini sedang melakukan proses melakukan adjustment dari uji coba penyesuaian perbaikan dan selanjutnya," kata Totok.

Kemendikbud saat ini sedang menyiapkan teknis sumber daya pengawalan Asesmen Nasional. Dia mengatakan pihaknya akan melatih sejumlah orang untuk mengawasi jalannya Asesmen Nasional di seluruh Indonesia.

"Kita juga siapkan secara teknis sumber daya yang kelola Asesmen di provinsi maupun di sekolah, yang menyiapkan proktor di seluruh kabupaten provinsi, nanti daerah dan LPMP UPT kita akan melakukan pelatihan lebih lanjut kepada proktor di semua sekolah, SD, SMP, SMK. Untuk proktor tingkat kabupaten sudah siap kita lakukan training dan ke depan pelatihan dilanjutkan tingkat proktor sekolah," jelasnya.

Totok juga menjelaskan sekolah yang dijadikan sampel Asesmen Nasional ini adalah representasi seluruh populasi sekolah. Dia juga menegaskan Kemendikbud sudah siap melakukan Asesmen Nasional tahun ini sebagai pengganti UN.

"Insyaallah nanti bulan yang direncanakan sesuai jadwal itu kita sudah siap," tegas Totok. (zap/dkp)