Waligereja Meminta SKB Baru Mudahkan Umat Beribadah

Waligereja Meminta SKB Baru Mudahkan Umat Beribadah

- detikNews
Sabtu, 04 Feb 2006 06:24 WIB
Jakarta - Revisi surat keputusan bersama (SKB) dua menteri masih digodok. Tapi, masyarakat terus memantau dan berkomentar. Konfrensi Waligereja Indonesia, menyatakan, peraturan baru SKB harus mempermudah umat beragama menjalankan ibadah."Saya tidak melihat ada SKB atau tidak, tapi yang lebih esensi menurut saya peraturan itu harus sesuai UUD'45 pasal 28 dan 29, bahwa setiap orang berhak untuk menjalankan ibadatnya dan itu tidak dapat diganggu-gugat," kata Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama & Kepercayaan Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI), Antonius Benny Susetyo kepada detikcom Jumat, (3/2/2006).Antonius mengungkapkan hal itu dalam sebuah acara diskusi publik dengan tema "Problematika Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia" di Gedung PBNU Jl Kramat Raya, Jakarta.Antonius juga mempertanyakan, bagaimana pemerintah bisa menyediakan ruang untuk berekspresi bagi masyarakat sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Terutama masalah pendirian rumah ibadat."Jika negara tidak menyediakan ruang berekspresi beragama, berarti negara melalaikan tanggung jawabnya. Terutama peluang setiap orang bisa menjalankan itu dengan mendirikan sebuah tempat ibadat," tegas Antonius.Antonius juga menyatakan kesepakatannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihal negara tidak terlalu intervensi terhadap urusan agama. "Itu berarti presiden mengkolaborasi semangat UUD'45 dan Pancasila," papar Antonius.Antonius menilai, revisi SKB nanti harus dilakukan pemerintah melalui musyawarah untuk mencari nilai-nilai dasar dengan tokoh-tokoh agama. "Saya melihat masih ada peluang untuk memberi ruang dimana negara dapat memberikan jaminan dasar hak hidup itu," ungkap Antonius.Terkait musyawarah dengan para tokoh-tokoh agama tersebut, Antonius mengaku,KWI sudah dilibatkan dan sudah terjadi sepuluh kali pertemuan intensif antar pemuka agama. "Itu suatu yang maha penting dan pertemuan itu berjalan dengan baik. Memang ada yang disepakati dan tidak, karena itu membutuhkan waktu," demikian Antonius. (ahm/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads