Agung Minta AS dan Negara Eropa Hargai Program Nuklir Iran

Agung Minta AS dan Negara Eropa Hargai Program Nuklir Iran

- detikNews
Jumat, 03 Feb 2006 23:30 WIB
Jakarta - Krisis nuklir di Iran juga mendapat perhatian dari pejabat di Indonesia. Ketua DPR RI Agung Laksono, yang baru tiba dari kunjungan ke Iran sejak Minggu (29/1/2006), meminta AS dan negara-negara Eropa menghargai proyek pengembangan nuklir Iran. "Negara besar tidak boleh menekan dan memojokkan Iran hanya karena mengusai teknologi nuklir. Kalu terus ditekan tentu akan marah dan menjadi liar," kata Agung di Gedung DPR/MPR, Jl Gatot Soebroto, Jumat (3/2/2006).Agung juga tidak sependapat jika permasalahan krisis nuklir Iran ini dibawa ke Dewan Keamanan (DK) PBB. Karena, hal itu akan semakin membuktikan arogannya negara-negara besar di DK PBB. "Alasan sangat lemah dan semena-mena jika karena program ini, Amerika dan Eropa membawa nuklir Iran ke DK PBB. Apalagi menyerang Iran. Serangan ke Iran itu bodoh dan tidak ada alasan," tambah Agung. Ketua Partai Golkar ini juga berpendapat, serangan ke Iran akan mengakibatkankrisis minyak. Sehingga mengakibatkan terjadinya kenaikan harga minyak mentah dunia, bahkan bisa mencapai US $ 100 per barel. "Hal ini otomatis akan mempengaruhi Indonesia juga," tandas Agung.Agung juga meminta, pemerintah Indonesia untuk tetap konsisten membela program reaktor nuklir Iran sepanjang untuk tujuan damai bukan untuk pengembangan senjata dan perang. "Apalagi, suatu saat Indonesia juga butuh menggunakan nuklir dalam bidang energi. Lagipula sekarang juga sudah ada Iran, China, Korut, India dan Pakistan yang mengembangkan teknologi nuklir," ungkapnya. Persiapan energi berbasis nuklir ini, urai Agung, sebagai antisipasi kalau habisnya energi berbasis fosil seperti minyak dan batubara. Oleh karena itu, ini harus segera dilakukan, karena tidak mungkin Indonesia akan mengunakan bahan fosil sebagai energi selamanya. "Teknologi nuklir sekarang sudah tidak lagi mengalami kebocoran. Sehingga tidak membahayakan. Selain itu, kita juga memiliki kekayaan uranium di Papua,Kalimantan dan Sumatera," pinta Agung. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads