Jadi Tersangka, Pemilik Rumah Diduga Aniaya Pencuri yang Sempat Coba Lari

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 09:41 WIB
Rekonstruksi kasus penganiayaan terduga pencuri (dok. Istimewa)
Rekonstruksi kasus penganiayaan terduga pencuri. (dok. Istimewa)
Medan -

Polisi menetapkan pemilik rumah di Simalungun, Sumut, HS (41), dua anaknya, dan tiga sekuriti sebagai tersangka dugaan penganiayaan terduga pencuri, YA (21), hingga tewas. Polisi menyebut HS dan anak-anaknya diduga menganiaya YA yang sempat mencoba melarikan diri.

Hal tersebut terungkap lewat rekonstruksi yang digelar di halaman kantor Satreskrim Polres Simalungun, Senin (4/1). Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo mengatakan kasus ini menjadi pelajaran agar warga tidak main hakim sendiri.

"Menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat, ketika mendapati seorang melakukan tindak pidana sebagaimana contoh pelaku pencurian. Kita semua tidak berhak untuk mengadili maupun menghakimi pelaku yang diduga melakukan pencurian dengan melakukan penganiayaan hingga meninggal dunia," ujar Agus, Selasa (5/1/2021).

Dia meminta warga yang mendapati terduga pelaku kejahatan untuk membawa pihak terkait ke kantor polisi. Dia mengatakan semua orang punya hak mendapat perlakuan yang sama secara hukum.

"Jadi saya imbau jika masyarakat mendapati atau menemukan terduga pelaku pencurian maka serahkanlah kepada pihak Kepolisian terdekat," ucapnya.

Ada 25 adegan yang diperankan para tersangka dalam rekonstruksi ini. Rekonstruksi digelar dengan pendampingan dari Bapas/Litmas Kelas IA Medan terhadap tersangka yang masih di bawah umur. Pihak Kejaksaan, pengacara tersangka dan keluarga korban juga disebut hadir.

"HS sebagai pemilik rumah berperan menangkap korban, memukul wajah korban, mengikat korban dengan tali, memukul kepala korban dengan menggunakan telenan. Selanjutnya peran pelaku anak HN berinisial AR (16) memukul korban secara berulang-ulang dengan tangan dan memijak tubuh korban, mengambil tali pinggang untuk mengikat kaki korban," ucap Agus.

Anak HS lainnya, IM (15) disebut berperan menendang wajah, dada dan menginjak punggung YA. Selain itu, ada juga sekuriti, HSD yang disebut mengikat, menginjak badan dan kaki, menekan dada serta memukul wajah YA.

"H (sekuriti) mengikat, memijak korban. Peran tersangka SPL (sekuriti) mengikat korban, menekan pinggang dengan lutut, mengunci tangan korban ke belakang punggung," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2