Pendudukan Depkum
Kubu Cak Anam Ditantang Cak Imin
Jumat, 03 Feb 2006 18:43 WIB
Jakarta - PKB terus bergejolak. Pendudukan Depkum HAM oleh kubu Cak Anam tidak membuat kubu Cak Imin gentar. Kubu Cak Imin malah menantang akan melawan dengan jumlah massa yang lebih besar dari yang dikerahkan kubu Cak Anam.Pendudukan Depkum HAM oleh kubu Cak Anam -- sapaan Choirul Anam -- berlangsung sejak Rabu 1 Februari. Para pendukung merupakan anggota DPRD se-Indonesia asal PKB kubu Cak Anam. Mereka menuntut agar Menkum dan Ham Hamid Awaluddin segera mengesahkan blok Alwi Shihab ini.Perlawanan pun disuarakan kubu Cak Imin -- sapaan Muhaimin Iskandar -- oleh Ketua DPP PKB Hermawi Taslim dalam jumpa pers di kantor DPP PKB, Jl Kalibata Timur 1 No 12, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (3/2/2006)."Kubu kami akan menurunkan massa lebih besar, bila tekanan massa PKB Alwi merubah keputusan pemerintah," cetus Taslim.Menurutnya, keputusan MA yang memenangkan salah satu gugatan kubu Cak Anam tentang pemecatan Alwi Shihab dari jabatan ketua umum PKB tidak berpengaruh apa-apa terhadap kubu Cak Imin. "Juga tidak berpengaruh terhadap hasil muktamar Semarang (blok Gus Dur)," tandasnya.Namun Taslim menyatakan, sampai saat ini islah masih berlangsung dan tidak terjadi keributan. "Kami belum akan melakukan aksi tandingan," ucapnya.Pihaknya akan membuka pintu untuk berbicara dengan tokoh-tokoh PKB hasil muktamar Surabaya setelah proses hukum selesai seperti Alwi Shihab, Saifullah Yusuf dan Choirul Anam. "Agar tidak membingungkan PKB ke depan," ujarnya.Sementara itu Wakil Sekjen DPP PKB Marwan Ja'far, yang juga turut hadir dalam jumpa pers mengatakan, kubunya ingin meyakinkan Hamid, sejauh dia berpatok pada peraturan perundangan yang ada, maka akan di-back-up. "Kita kan membantunya dengan cara yang terbaik," ucapnya.Menurut Marwan, apa yang dilakukan pendukung Cak Anam itu adalah opini yang dibuat sendiri, seolah-olah mereka kuat dan eksis. "Tapi itu hanya yang di atas saja (elit), mereka tidak punya DPW atau DPC," tuturnya.Dia juga mengungkapkan, manuver-manuver yang dilakukan pendukung Cak Anam selalu menggunakan klaim para kiai, yang justru menjebak para kiai dalam konflik yang tidak kondusif. "Kami berharap para kiai mengingatkan mereka," cetus Marwan.
(ndr/)











































