Pegawai Positif COVID-19, PN Bengkulu Tutup Sementara Mulai Hari Ini

Hery Supandi - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 21:32 WIB
PN Bengkul ditutup sementara mulai 4-8 Januari 2021.
Foto: PN Bengkul ditutup sementara mulai 4-8 Januari 2021. (Hery Supandi/detikcom)
Bengkulu -

Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu menghentikan aktivitas persidangan mulai hari ini hingga 8 Januari 2021. Penghentian aktivitas persidangan dilakukan setelah ada pegawai yang terpapar virus Corona (COVID-19).

"Penutupan tersebut dilakukan untuk menghindari penyebaran wabah COVID-19, karena berdasarkan informasinya pegawai Pengadilan Negeri Kelas 1 A Bengkulu positif COVID-19," kata Ketua PN Bengkulu, Riza Fauzi, kepada wartawan Senin (4/1/2021).

Riza mengatakan ada dua pegawai yang terpapar COVID-19. Salah seorang di antaranya merupakan panitera.

"Maka untuk persidangan sementara waktu ditiadakan. Namun untuk pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) tetap berjalan," ungkapnya.

Ia menambahkan saat ini petugas kesehatan masih melakukan pelacakan kasus kepada pegawai yang kontak erat dengan panitera dan pegawai yang positif Corona. Jika ditemukan kasus baru, Riza tidak menutup kemungkinan untuk memperpanjang waktu penutupan PN Bengkulu.

Sekadar informasi, PN Bengkulu juga pernah menghentikan aktivitas persidangan pada awal Oktober 2020. Penghentian tersebut dilakukan karena ada tiga pegawai yang reaktif Corona usai menjalani rapid test.

Penutupan tersebut berdasarkan surat keputusan Ketua PN Bengkulu Nomor: W8-U1/4195/OT.01.3/X/2020 tentang penutupan sementara Kantor Pengadilan Negeri/PHI/Tipikor Bengkulu Kelas IA dan penetapan untuk bekerja dari rumah (work from home) bagi seluruh hakim, pegawai ASN, dan pegawai non-ASN dalam rangka antisipasi penyebaran wabah COVID-19. Penutupan berlaku Senin 5 hingga 9 Oktober 2020.

"Penutupan tersebut dilakukan untuk menghindari penyebaran wabah COVID-19 mengingat tiga pegawai dan satu orang anak magang di PN Bengkulu reaktif saat dilakukan rapid test," kata juru bicara PN Bengkulu, Hascaryo, 3 Oktober 2020.

(zak/zak)