MA dan KY Siap Berdialog
Jumat, 03 Feb 2006 17:30 WIB
Jakarta - Ketegangan antara Mahkamah Agung (MA) dengan Komisi Yudisial (KY) bisa jadi segera mereda. Kedua lembaga itu siap untuk berdialog. Namun MA memberi syarat: KY tidak boleh plin plan.Kesiapan untuk dialog disampaikan Ketua MA Bagir Manan dan Ketua KY Busyro Muqoddas, Jumat (3/2/2006). Bagir menyampaikan siap berdialog saat ditemui wartawan di MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Sedangkan Busyro menyatakan siap saat dihubungi melalui telepon."Kita selalu terbuka untuk itu (dialog). Bahkan sudah ada beberapa pertemuan," kata Bagir.Meski siap berdialog, Bagir memberi syarat KY harus bersikap konsisten. Guru besar Universitas Padjadjaran itu menyesalkan pernyataan KY yang sering berubah-ubah.Bagir lantas mencontohkan usulan seleksi ulang hakim agung sebagai contoh sikap plin plan KY. Ia menuturkan, MA dan KY sebelumnya telah melakukan pertemuan dan bersepakat tentang penambahan hakim agung. Tapi esok harinya setelah bertemu presiden, KY malah mengatakan semua hakim agung akan diseleksi ulang."Anehnya setiap kali bertemu, omongannya selalu berubah-ubah. Kita tunggu saja, kalau KY ketemu kita harapkan keluarnya tidak lain lagi," kata Bagir.Sementara itu Busyro menyatakan pihaknya juga siap untuk segera berdialog dengan MA. Dialog dilakukan agar permasalahan di kedua lembaga dapat diselesaikan bersama."Kami hari ini sudah rapat dan salah satu agendanya membahas hal itu (dialog). Kami siap," kata Busro saat dihubungi detikcom.Dialog itu sangat penting karena banyak program KY dan MA yang harus lebih dikoordinasikan. Busro mengaku KY sudah beberapa kali berkunjung ke MA. Bahkan KY sudah pernah berkunjung ke apartemen sejumlah hakim agung seperti Artidjo Alkostar, Ahmad Kamil dan Gunanto Suyono.KY mengagendakan dialog ini usai draf Perpu seleksi ulang hakim agung dikirimkan ke Menkum HAM pada pekan depan. "Mulai pekan depan kita akan agendakan dialog itu," kata Busyro.
(iy/)











































