Maling Kayu Pasang Iklan Pelantikan Perwira Polda Riau

Maling Kayu Pasang Iklan Pelantikan Perwira Polda Riau

- detikNews
Jumat, 03 Feb 2006 16:42 WIB
Pekanbaru - Mungkin untuk mencari aman dalam berbinis illegal logging, maling kayu asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau pasang iklan ucapan selamat atas pelantikan perwira menengah (pamen) Polda Riau yang menempati jabatan baru. Iklan segede seperempat halaman koran itu dimuat di sebuah harian lokal yang terbit pada hari ini, Jumat (4/2/2006). Iklan itu mengatasnamakan DPP Asosiasi Masyarakat Pengusaha Industri Penggergajian Kayu Indonesia (AMPIPKI). Disebutkan,iklan itu atas nama Ketua DPP AMPIPKI, Yamin Pabeta dan Sekjen Ayub Felidiban. Iklan mengucapkan selamat ini memang terasa aneh. Padahal baru-baru ini Kapolda Riau Brigjen Ito Sumardi terang-terang pada wartawan sulit mencari cukong kayu. Tapi, bila merujuk pada iklan itu, malah terbalik. Maling kayu memasang iklan di koran mengucapkan selamat atas pelantikan Wakapolda Riau serta jajaran Polres se-iau. Padahal, akhir tahun lalu, pihak Polda Riau dalam acara jumpa pers, dengan jelas menyebut, telah menangkap empat kapal pembawa kayu tanpa dokumen. Data Polda Riau diketahui, empat kapal sarat kayu ilegal itu berasal dari Kabupaten Inhil. Seluruh kapal pengangkut kayu tanpa dokumen dengan tujuan Jakarta. Masing-masing nama kapal yakni, Kapal Setia Makmur mengangkut 600 meter kubik milik H Kanan. Kapal Budiman mengangkut 400 meter kubik milik Nurdin. Kapal Bahtera Bersama mengangkut 700 meter kubik. Dan yang terakhir adalah kapal Bintang Semesta mengangkut 600 kubik tanpa dokumen milik Yamin Pabeta yang hari ini pasang iklan di koran itu. "Dengan munculnya iklan itu, tentulah jadi pertanyaan besar. Selama ini pihak kepolisian mengaku sulit menangkap cukong kayu. Tapi hari ini cukong kayu pasang iklan di koran. Ya mestinya kalau komite memberantas illegal logging, pihak kepolisian sudah bisa menangkap cukong kayu yang pasang iklan itu," kata Direktur Jaringan Kerja Penyemalat Hutan Riau (Jikalahari), Zulfahmi, kepada detikcom, Jumat (4/2/2006). Dengan munculnya iklan ucapan selamat dari maling kayu itu, kata Zul, hendaknya Polda Riau tidak tergiur untuk bersahabat dengan para culong kayu. Selain itu, pihak kepolisian juga harus transparan dalam penangkapan empat kapal sarat kayu ilegal itu. "Selama ini kita juga masih bingung, apakah pemilik kayu itu sudah ditetapkan sebagai tersangka apa belum. Di sini kami lihat, terkesan tidak seriusnya mengungkap semua jaringan pelaku illegal logging," kata Zulfahmi. Menurut Zul, dengan adanya pengakuan Kapolda Riau sulit menangkap cukong kayu, hal itu menunjukan ketidakseriusan aparat untuk memberantas illegal logging. Ketida mampuan Kapolda Riau dengan sendirinya menggambarkan struktur organsiasi pihak kepolisian lemah dan nyaris tidak berfungsi. "Di kepolisiankan ada intel, reserse serta struktur lainnya. Kalau tidak mampu, berarti kinerja intelnya lemah. Sebenarnya kalau ada kemauan, tidak sulit mencari siapa cukong kayu. Lah buktinya sekarang ini, cukong pasang iklan," kata Zulfahmi. (nrl/)


Berita Terkait