Protes Kartun Muhammad, Warga Jerman Diculik di Palestina
Jumat, 03 Feb 2006 15:03 WIB
Jakarta - Kemarahan warga muslim atas karikatur Nabi Muhammad SAW terus meluas. Bahkan di Palestina, dua pria bersenjata menculik seorang warga Jerman sebagai luapan kemarahan atas kartun kontroversial itu.Warga Jerman itu diculik dari sebuah hotel di kota Nablus, Palestina oleh dua pria bertopeng. Pria asing itu dibawa paksa karena ia dikira warga Prancis atau Denmark. Namun setelah menyadari bahwa mereka salah culik, warga Jerman itu pun dilepas.Demikian diungkapkan sumber dari kelompok militan Al-Aqsa Martyrs Brigades. "Kedua orang itu bertindak demikian untuk memprotes kartun tersebut," kata sumber tersebut seperti diberitakan kantor berita AFP, Jumat (3/2/2006).Sementara di Gaza City, sekitar 30 pria bersenjata yang terkait dengan gerakan Fatah, berdemo di depan gedung pusat kebudayaan Prancis. "Kami memperhatikan posisi Prancis dalam masalah ini, dan kami ingatkan bahwa harga yang sangat mahal harus dibayar untuk setiap serangan terhadap Nabi Muhammad kami," tegas juru bicara kelompok tersebut, Abu Harun.Sebelumnya, dua kelompok bersenjata telah mengancam akan menargetkan warga Denmark, Prancis dan Norwegia di wilayah Palestina. Ancaman ini menyusul dimuatnya kartun Nabi Muhammad di media negara mereka. Pemerintah Denmark telah meminta maaf atas kejadian ini. Namun Denmark juga menegaskan bahwa pemerintahnya tidak bisa mengontrol setiap artikel yang dimuat medianya.
(ita/)











































