Ribut Kartun Nabi, RI Kirim Nota Protes Lewat OKI dan PBB
Jumat, 03 Feb 2006 14:50 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui saluran OKI dan PBB telah menyampaikan nota protes keras atas pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW yang beredar di Denmark, Italia, Polandia, Prancis, dan Belanda."Indonesia sangat memahami kebebasan berpendapat. Tetapi dalam konteks karikatur Nabi, hal itu merupakan pelecehan terhadap simbol-simbol agama," ujar Jubir Deplu RI Yuri Thamrin dalam media briefing di kantornya, Jalan Pejambon 6, Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2006).Yuri mengungkapkan, beredarnya karikatur itu tidak hanya menyakiti bangsa Indonesia, tapi juga negara-negara Islam lainnya. "Itu juga memunculkan tren Islamphobia," ujar Yuri.Indonesia menyesalkan pemuatan karikatur itu karena dalam KTT OKI di Makkah beberapa waktu lalu serta dalam kerangka PBB, telah dikeluarkan sebuah resolusi dengan judul Pemberantasan Pelecehan Agama.Yuri juga mengungkapkan, pada Oktober 2005 saat isu karikatur mulai ramai, Dubes OKI di Denmark telah mendatangi Kementerian Luar Negeri dan kantor Perdana Menteri setempat untuk melayangkan protes.Namun protes itu baru mendapat perhatian setelah koran Jyllands-Posten yang memuat 12 karikatur Nabi Muhammad SAW meminta maaf secara terbuka.
(nrl/)











































