Thaksin Bersumpah Tak Akan Mundur, Demo Besar akan Digelar
Jumat, 03 Feb 2006 14:25 WIB
Jakarta -
Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra bersumpah untuk terus berjuang melawan seruan mundur bagi dirinya. Penegasan ini disampaikan Thaksin menjelang aksi protes massal yang dijadwalkan Sabtu (4/2/2006) besok."Saya akan terus berjuang. Ada 19 juta warga yang memilih saya," tegas PM Thaksin dengan mata berkaca-kaca di depan para pendukungnya seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (3/2/2006).Thaksin juga berjanji akan memerangi kemiskinan dan memperbaiki taraf hidup para petani miskin di negeri Asia Tenggara itu. Thaksin telah terpilih kembali untuk kedua kalinya dalam pemilihan umum tahun 2005 lalu. Ini menjadikan dia pemimpin paling kuat yang pernah terpilih di Thailand.Namun popularitas konglomerat telekomunikasi itu merosot belakangan ini. Khususnya di kalangan kelas menengah perkotaan. Ini diakibatkan kegagalan Thaksin dalam mengatasi kerusuhan di Thailand selatan, kebijakan kerasnya terhadap media independen, dan terakhir soal penjualan Shin Corp, raksasa telekomunikasi yang didirikan Thaksin. Keluarga Thaksin pekan lalu menjual hampir 50 persen saham mereka di Shin Corp ke perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, Temasek. Penjualan mengundang protes publik karena keluarga Thaksin tidak membayar pajak keuntungan saham yang normalnya sebesar 30 persen.Semua kasus itu dijadikan senjata bagi para rival politik Thaksin. Mereka merencanakan aksi demo besar-besaran yang akan digelar 4 Februari besok. Puluhan ribu orang diperkirakan akan ikut serta dalam unjuk rasa itu. Kubu rival berencana mengajukan petisi kepada Raja Thailand untuk mencopot Thaksin dari posisinya.Menteri Dalam Negeri Thailand Kongsak Vantana mengungkapkan kekhawatirannya bahwa demo tersebut akan berubah menjadi kerusuhan. "Saya prihatin akan keselamatan publik. Saya mengkhawatirkan campur tangan pihak ketiga," ujarnya.
(ita/)










































