Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi 2021 dalam Islam, Ini Kata UAS

Puti Yasmin - detikNews
Jumat, 01 Jan 2021 13:00 WIB
Foto-foto ilustrasi tahun baru 2021
Foto: Ap Photo/Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi 2021 dalam Islam, Ini Kata UAS
Jakarta -

Tahun baru 2021 telah tiba, banyak orang yang merayakannya di malam pergantian tahun. Namun, di dalam Islam apa hukum merayakan tahun baru?

Dikutip dari channel YouTube Dakwah Cyber dengan video berjudul 'Tanya Jawab Ust. Abdul Somad - Hukum Merayakan Tahun Baru', Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS mengatakan pada dasarnya perayaan tahun baru merupakan tradisi umat Yahudi.

"Maka tiuplah terompet-terompet untuk menyambut kedatangan tahun baru, itu dalam tradisi Yahudi," jelas UAS dikutip detikcom, Jumat (1/1/2021).

UAS melanjutkan, di masa itu para umat Yahudi merayakan tahun baru dengan meniup-niup terompet yang terbuat dari tanduk kerbau. Ia pun melarang anak-anak Islam saat ini melakukan hal yang sama.

"Perjanjian lama itu, ditiup terompet dari kepala tanduk kerbau. Maka jangan kasih anak tiup terompet," tegasnya.

Untuk mencegah terjadinya penyimpangan dari hukum merayakan tahun baru masehi, UAS mengimbau agar umat Islam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Misalnya, dengan melakukan muhasabah di masjid.

"Tanggal 31 Desember masjid buat tabligh akbar, undang siapa diundang, muhasabah jam 10 sampai 11, muhasabah lagi jam 12 sampai 1 terus. Anak muda yang tidak bisa datang, habis Isya tidur, kalau gak bisa minum antimo. Jangan kalian ikut, jangan ikut merayakan (hukum merayakan tahun baru)," ungkap dia.

Pada dasarnya perayaan menyambut tahun baru masehi di sebagian besar wilayah masih dilakukan. Namun, di malam tahun baru 2021 beberapa daerah melarang perayaan tahun baru di tempat umum untuk mencegah penyebaran COVID-19.

(pay/erd)