Kolom Hikmah

Tahun Baru adalah Fana, yang Abadi...

Erwin Dariyanto - detikNews
Jumat, 01 Jan 2021 04:31 WIB
Erwin Dariyanto
Tahun baru adalah fana, yang Abadi dzikir kita mengingat Allah SWT (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Jakarta -

Setelah lewat pukul 00:00 WIB malam tadi, dunia resmi memasuki tahun baru 2021. 365 hari selama 2020 berakhir sudah. Lalu ke depan kita akan menjalani 365 hari lagi. Melalui tahun 2021 sebelum berganti menjadi tahun 2022. Begitulah seterusnya waktu berulang, atau kalau ada pesta tahun baru, itu pun akan kembali terulang. Tahun baru adalah sesuatu yang fana.


وَالْعَصْرِۙ - ١

Demi masa

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ - ٢

Sesungguhnya, manusia itu berada dalam kerugian

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ - ٣

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Demikian Allah SWT memperingatkan tentang waktu di dalam Surat Al Ashr ayat 1 sampai 3. Disebutkan dalam tafsir Kementerian Agama RI, melalui surat Al Ashr ini Allah SWT bersumpah dengan masa agar manusia benar-benar memperhatikan dan memanfaatkan waktu dengan baik.

Dalam ayat 2 surat Al Ashr, Allah SWT memperingatkan bahwa manusia berada dalam kerugian bila tidak bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. Apalagi jika waktu itu justru digunakan untuk melakukan tindakan maksiat. Selanjutnya di ayat 3 surat Al Ashr, Allah SWT menjelaskan bahwa manusia bisa tidak merugi jika dia beriman kepada Allah SWT, beramal sholeh, saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran serta menjauhi perbuatan maksiat.

Terkait dengan waktu di dunia, ada sebuah riwayat dari Abdullah Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma.

وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما قَالَ: أَخَذ رسولُ اللَّه ﷺ بِمَنْكِبِي فقال: كُنْ في الدُّنْيا كأَنَّكَ غريبٌ، أَوْ عَابِرُ سبيلٍ

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, "Rasûlullâh Shallallahu 'alaihi wa sallam memegang kedua pundakku, lalu bersabda,'Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan orang asing atau orang yang sekadar melewati jalan (musafir)'"

Abdullah memegang nasihat Rasulullah SAW tersebut. Kemudian seperti diriwayatkan dalam Hadits riwayat Imam Bukhari, Abdullah bin Umar memberikan nasihat kepada sahabat-sahabatnya:

"إِذَا أَمْسَيْتَ فَلا تَنْتَظِرِ الصَّباحَ، وإِذَا أَصْبَحْتَ فَلا تَنْتَظِرِ المَساءَ، وخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لمَرَضِكَ، ومِنْ حياتِك لِمَوتِكَ" رواه البخاري

"Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu."

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari dalam Kitab Al Hikam mengatakan, sebaik-baik waktu adalah ketika seorang hamba menyadari kefakiran dan mengakui kehinaannya. Sementara waktu terburuk bagi manusia adalah ketika dia lalai mengingat Allah SWT.

Selanjutnya, Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari juga mengatakan bahwa, usia manusia yang telah berlalu tidak mungkin tergantikan. Dan sesuatu yang telah manusia dapatkan dari usia tersebut tidak akan bisa dinilai harganya.

Apabila seorang manusia melewati usianya dengan maksiat dan kemungkaran, maka sudah bisa dipastikan dia akan menyesal saat di akhirat nanti, sebab balasannya adalah neraka. Sebaliknya jika seorang manusia bisa memanfaatkan waktu dengan baik; mengisinya dengan amal sholeh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, maka akan menikmati hasilnya di akhirat kelak.

Ada sebuah nasihat dari Imam Al-Ghazali yang begitu populer. "Aku tidak mempunyai barang dagangan kecuali umur. Apabila ia (umur) habis, maka habislah modalku sehingga putuslah harapan untuk berniaga dan mencari keuntungan lagi. Allah telah memberiku tempo pada hari yang baru ini, memperpanjang usiaku dan memberi nikmat."

Maka Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya' Ulumiddin mengingatkan agar umat Islam senantiasa mengisi waktu dengan berdzikir, mengingat Allah SWT. Sebab tak bisa diingkari kekalnya dzikir mengingat Allah SWT setelah kehidupan di dunia yang fana ini berakhir.

Pernah ada seseorang bertanya, "Manusia itu sudah ditiadakan (mati), lalu mengapa dzikir kepada Allah masih tetap bersamanya?"

"Benar dia telah ditiadakan (mati), tetapi ketiadaannya tidak menghalangi dzikir kepada Allah SWT," jawab Al Ghazali.

Kita tinggalkan tahun 2020 menuju tahun baru 2021 yang juga fana dengan senantiasa berdzikir, mengingat Allah SWT. Tahun baru adalah fana, yang abadi dzikir kita mengingat Allah SWT. Berdoa kita agar senantiasa berdzikir dan mengingat Allah SWT.


اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ


"Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu."


Wallahualam Bishawab

Erwin Dariyanto

Redaktur Pelaksana Special Content dan Hikmah detikcom

*Artikel ini merupakan pendapat pribadi penulis. Isi artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi detikcom. -Terima kasih (redaksi)

(erd/erd)