BMKG: Waspada Hujan Lebat Saat Pergantian Tahun 2021 di 19 Provinsi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 16:16 WIB
Pedestrian di kawasan Sudirman selau dipadati para pejalan kaki meski giguyur hujan. Begini penampakannya.
Ilustrasi hujan (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan prakiraan cuaca pada saat awal pergantian tahun 2021. BMKG menyebut ada 19 provinsi berpotensi akan hujan deras di awal tahun baru.

"BMKG mengeluarkan peringatan prakiraan cuaca yang menyatakan bahwa 19 Provinsi di Indonesia berpotensi akan mengalami hujan lebat di awal tahun 2021 yakni pada Jumat (1/1) dan Sabtu (2/1)," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, melalui keterangan tertulis.

Sebanyak 19 provinsi yang diprediksi hujan lebat pada awal 2021 itu, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. Kemudian Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua.

Khusus untuk wilayah DKI Jakarta, BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat pada malam pergantian baru, yakni Kamis (31/12). Potensi hujan pada malam pergantian baru juga diprediksi terjadi di sekitar wilayah DKI, yakni Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi.

Kepala BNPB Doni Monardo mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada dalam menghadapi cuaca buruk. Menurutnya, cuaca buruk dapat memicu terjadinya banjir dan tanah longsor.

Di masa pandemi COVID-19, Doni meminta seluruh jajaran, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk senantiasa menjalin kerja sama dengan baik. Hal itu perlu dilakukan untuk mendukung peningkatan kedisiplinan protokol kesehatan.

"Ini adalah sebuah strategi yang tepat, ketika pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan juga segenap komponen masyarakat lainnya ikut mendukung peningkatan disiplin dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, kita bisa menurunkan jumlah kasus aktif dengan jumlah yang cukup signifikan," kata Doni.

(man/dhn)