Ribut Kartun Muhammad, PM Denmark Minta Semua Tenang
Jumat, 03 Feb 2006 10:11 WIB
Jakarta - Aksi protes atas pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW kian meluas. Terlebih setelah media-media Eropa lainnya meniru koran Denmark yang menerbitkan karikatur kontroversial itu.Karena situasi memanas, Perdana Menteri (PM) Denmark Anders Fogh Rasmussen berupaya meredakan ketegangan. Tampil di stasiun televisi Arab, Rasmussen kembali meminta maaf atas kejadian ini. Rasmussen menyerukan semua pihak untuk tetap tenang menghadapi masalah ini. Namun dia juga bersikeras bahwa pemerintahannya tidak bertanggung jawab atas artikel-artikel koran. Demikian seperti diberitakan BBC, Jumat (3/2/2006).Dalam wawancara dengan saluran al-Arabiya yang berbasis di Dubai, PM Rasmussen meminta semua pihak untuk mencegah memburuknya situasi. PM Rasmussen menekankan, secara pribadi dirinya sangat menghormati penganut agama. "Tentu saja saya tidak akan pernah memilih untuk menggambarkan simbol keagamaan dengan cara tersebut," ujar Rasmussen dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (3/2/2006).Ditegaskan Rasmussen, pemerintah Denmark mengutuk segala ungkapan, tindakan yang berniat untuk menghina sekelompok orang berdasarkan agama atau suku.Pemerintah Denmark hari Jumat (3/2/2006) ini memanggil para duta besar di ibukota Kopenhagen untuk membahas masalah ini. Sementara Arab Saudi dan Suriah telah menarik duta besar mereka dari Denmark.Karikatur Nabi Muhammad pertama kali dimuat oleh surat kabar Denmark, Jyllands-Posten yang langsung mengundang kecaman dan gelombang aksi protes. Namun kemudian karikatur justru dimuat lagi di koran-koran Barat lainnya seperti Norwegia, Jerman, Italia, Prancis, Belanda dan Spanyol. Media-media tersebut berdalih bahwa pemuatan ini semata-mata sebagai bentuk kebebasan berpendapat.
(ita/)











































