Jamaah Haji Merasa Nyaman Transit di Hotel Syaihanah

Jamaah Haji Merasa Nyaman Transit di Hotel Syaihanah

- detikNews
Jumat, 03 Feb 2006 09:28 WIB
Jamaah Haji Merasa Nyaman Transit di Hotel Syaihanah
Jeddah - Bangunan hotelnya cukup bagus, bercat warna cokelat dan berlantai 6. Ruang tidur dan lobinya tampak bersih dan berada di tengah kota Jeddah. Inilah hotel Syaihanah yang saat ini menjadi transit jamaah haji yang akan pulang ke tanah air melalui Jeddah. Wajar, bila jamaah haji merasa nyaman. Bila dibandingkan dengan Madinatul Hujjaj, tempat transit jamaah haji tahun-tahun sebelumnya, kondisi Syaihanah jelas lebih baik. Hanya saja, lahar parkir di hotel Syaihanah ini sangat terbatas, sangat jauh dibanding Madinatul Hujjaj. Syaihanah bisa dibilang sekelas hotel. Kamar tidurnya tampak bersih dengan kasur yang empuk, meski satu kamar terdiri dari 4 ranjang sampai 8 ranjang. Kamar mandinya juga tampak bersih dengan fasilitas bathtub. Hotel Syaihanah ini disewa sebagai tempat transit jamaah haji yang diberangkatkan dari Madinah menuju bandara Jeddah untuk kepulangan ke tanah air. Sebelum tiba di bandara Jeddah, para jamaah haji dari Madinah akan diisitirahatkan di hotel ini beberapa jam, maksimal 8 jam. Harga sewa per jamaah untuk transit di hotel ini 80 Riyal. Biaya ini sudah masuk dalam komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Bagi jamaah haji yang diberangkatkan dari Mekkah menuju Jeddah tidak perlu diistirahatkan di hotel ini dan langsung menuju bandara. Namun, bagi jamaah haji yang diberangkatkan dari Mekkah akan mendapat penggantian 80 Riyal. Hingga Kamis (2/2/2006), suasana di Hotel Syaihanah ini masih tampak sibuk. Jamaah haji yang didorong dari Madinah silih berganti masuk dan keluar hotel ini. Hari Rabu (1/2/2006) dan Kamis (2/2/2006) merupakan puncak-puncak kepadatannya. Menurut Ketua Daerah Kerja (Daker) PPIH Jeddah, H Subakin, dalam waktu bersamaan, hotel Syaihanah ini maksimal dapat menampung jamaah sebanyak 8 kloter. Hotel ini memiliki empat pintu (gate). Setiap pintu, bisa memuat jamaah haji 2 kloter. "Kalau misalnya, daya tampung sudah maksimal, sementara ada jamaah dari kloter lain yang datang, pihak Syaihanah sudah menyiapkan back up-nya," kata Subakin. Back up yang dimaksud adalah sebuah hotel yang terletak di belakang hotel Syaihanah. Salah seorang jamaah haji asal kloter 52 SOC dari Slawi, Kabupaten Tegal, Nur Izzah, mengaku nyaman transit di hotel ini. "Hotelnya sangat nyaman dan enak. Ruang tidurnya ber-AC," kata Nur Izzah. Saat ditanya tentang fasilitas kamar mandi/toilet yang sangat terbatas, Nur Izzah tidak mempermasalahkannya. "Saya kira tidak masalah, antre juga gak panjang. Apalagi kita di sini hanya transit beberapa jam saja," ungkap Izzah. Menurut Subakin, sewa 80 Riyal per jamaah hotel Syaihanah ini tidak hanya sewa penginapan saja, tapi juga termasuk penyediaan dua kali makanan katering. Selain itu, kata dia, juga termasuk fasilitas transportasi ke bandara. "Jadi, jamaah akan diangkut ke bandara dengan kendaraan yang disediakan Syaihanah," ujar dia. Saat transit di hotel, jamaah tidak diperbolehkan keluar hotel. Ada petugas haji yang menjaga pintu agar jamaah tidak melanggar peraturan ini. Sebab, bila sampai jamaah diperbolehkan jalan-jalan ke luar hotel, dikhawatirkan nanti akan mengganggu jadwal keberangkatan ke bandara. Sebab, biasanya jamaah tidak disiplin menaati waktu yang telah ditentukan, apalagi bila sampai jamaah keluar hotel untuk berbelanja. Subakin juga menilai hotel Syaihanah ini memang lebih baik. Kamar lebih bagus, kamar mandi lebih bersih, kasur juga lebih baik dan ber-AC. "Di hotel Syaihanah ini juga dipisahkan antara jamaah laki-laki dan perempuan. Jadi, tidak seperti di Madinatul Hujjaj," ungkap Subakin. (asy/)


Berita Terkait