Kasus Roy Marten (Mungkin) Hanya Fenomena Gunung Es
Jumat, 03 Feb 2006 08:17 WIB
Jakarta - Tertangkapnya artis kondang Roy Marten, menambah daftar panjang artis atau selebritis Indonesia yang dicokok polisi dalam kasus narkoba. Mungkin saja, daftar artis yang mengkonsumsi narkoba itu seperti fenomena gunung es yang hanya terlihat di permukaan.Bukan hal yang mustahil jika banyak artis kita yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat kita, banyak juga yang terbelit barang haram ini. Karena kebetulan saja yang tertangkap baru beberapa artis saja, sehingga tidak ketahuan siapa saja yang pernah terlibat.Sebelum Roy Marten dicokok polisi karena tengah mengkonsumsi shabu-shabu di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan sudah ada nama-nama beken lainnya yang sempat menjadi tahanan polisi gara-gara kasus narkoba. Ada Zarima, Doyok, Polo, Avi Stavia, Ibra Azhari, Yoan Tanamal, Derry (pelawak), Faisal (pemain sinetron ABG), Hengky Tornando dan masih banyak lagi. Ria Irawan pun sempat tersandung kasus ini, kendati belakangan dia lepas.Roy memang tengah apes. Polisi mencokoknya ketika pria kelahiran 1 Maret 1952 lalu dan bernama asli Wicaksono Abdul Salam tengah nyabu (istilah beken jika tengah menikmati shabu-shabu). Selain tertangkap telah menikmati narkotika jenis psikotropika itu, polisi juga menemukan barang bukti berupa 2 gram shabu-shabu di lokasi kejadian. Roy Marten ditangkap Kamis (2/2/2006) di daerah Ulujami, Jakarta Selatan.Saat ini dia masih ditahan di salah satu ruangan di Polda Metro Jaya. Roy digelandang ke Direktorat I Narkotika Polda Metro Jaya pukul 17.00 WIB kemarin. Roy menurut Kasat I Narkotika Polda Matro Jaya Kompol Sigit Gimantio ditangkap bersama pengguna narkoba lainnya dalam sebuah operasi.Ketika Roy tertangkap, mungkin banyak orang yang tidak terlalu kaget. Karena Roy memang dikenal sebelumnya pernah mengkonsumi narkoba. "Roy pernah cerita kepada saya kalau 15 tahun lalu dia pernah pakai narkotika, tapi sekarang sudah tidak pernah pakai lagi," kata Ketua Umum DPP Gerakan Anti Madat (Granat) Hendri Yosodiningrat.Namun begitu, awalnya Hendri tak percaya. "Saya sendiri juga kaget dan tidak membayangkan kalau Roy ada di gedung narkotika Polda. Saya kira ini masalah dengan polisi tapi kasus lain," ujarnya. Hendri pun tidak akan bersedia memberi pembelaan walaupun dia seorang pengacara. Selain doyan mengkonsumsi narkoba jenis shabu-shabu ternyata Roy Marten juga senang menyelami dugem (dunia gemerlap malam). Wajah aktor gaek ini, kerap di temui di tempat dugem terkenal di Jakarta.Beberapa kali Roy Marten ditemui di sebuah diskotek di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Sudah menjadi rahasia umum diskotek di kawasan ini memang menjadi tempat peredaran narkoba jenis ekstasi atau dalam bahasa kimianya bernama methylenedioxy methamfetamine. Di diskotek ini juga sejumlah artis pernah terlihat, seperti Dwi Yan, Ahmad Albar, Rama Azhari, Reynold Panggabean dan artis-artis lainnya. Sebelum tertangkap, Roy Marten sempat berseteru dengan artis gaek lainnya yakni Anwar Fuadi. Roy sempat geram ketika Anwar Fuadi kemana-mana selalu membawa nama sebagai ketua Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI). Makanya kemunculan Anwar di media dua minggu belakangan dengan label Ketua PARSI membuat geram aktor Roy Marten. Roy pun "menghajar" Anwar.Roy Marten "menghajar" pria yang pernah mencalonkan diri jadi presiden itu dengan membeberkan segala kebobrokan yang terjadi di PARSI. Ia mengungkapkan PARSI hanyalah sebuah organisasi papan nama. "Kita semua tahu PARSI, tapi siapa anggotanya, nggak ada tuh," ujar ayah aktor muda Gading Marten beberap waktu lalu.Bintang film 'Cintaku di Kampus Biru' itu lantas buru-buru menambahkan cercaannya terhadap PARSI dan Anwar Fuadi. "Siapa sih Anwar Fuadi di sinetron, sama pohon jambu aja kalah populer. Dia itu banci tampil. Kalau seminggu nggak tampil pasti sakit-sakit," katanya.Roy punya cerita lain soal Anwar Fuadi. Dia pernah berkomentar soal Anwar Fuadi yang mendapat tudingan melakukan korupsi. Ia dikabarkan menilep dana produksi sinetron 'Kutemukan Cinta' yang pembuatannya didanai Departemen Koperasi dan Usaha Kecil. Meski sudah dibantah oleh Anwar gosip soal korupsi yang dilakukannya masih tetap berhembus.Sebagai orang yang ikut serta dalam proyek pembuatan sinetron tersebut, Roy ikut bicara. Katanya ia ada dalam produksi sinetron yang tayang di TVRI itu hanya sampai tahap tandatangan kontrak dengan Departemen Koperasi dan Usaha Kecil. Ketika dana Rp 2,6 miliar dikucurkan, Roy sudah tak ikut campur lagi. "Dana itu ternyata ada sisanya Rp 900 juta. Nah itu entah kemana?," gugat Roy.Agaknya tertangkapnya Roy Marten bisa menjadi "peluru" baru untuk bagi Anwar Fuadi. Bagaimana komentar Anwar Fuadi, kita tunggu saja?
(mar/)











































